Puluhan Tahun Seorang Ibu di Malang Sekap 4 Anaknya di Dalam Rumah

Polisi dan aparat desa serta petugas Puskesmas mendatangi rumah Artimutinah, warga Desa Banjarejo, Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang menyekap empat anaknya selama puluhan tahun.FOTO: HUMAS POLRES MALANG)

INFOSULSEL.COM, MALANG – Seorang ibu di Malang tega menyekap empat anaknya. Tidak hanay sebulan atau setahun. Malah sudah puluhan  tahun.

Ibu itu bernama Artimutinah, Usianya 63. Ia warga Desa Banjarejo, Pakis, Kabupaten Malang.  Ini tega menyekap empat anaknya selama 20 tahun. Keempat anak itu adalah Asminiwati (45 tahun) , Titin Yuliarsih (42 tahun) , Virnawati (40 tahun) dan Anis Mufidah.

Kejadian diketahui saat anak keempat, Anis Mufidah sempat keluar rumah beberapa hari lalu. Anis kemudian mengisahkan nasibnya bersama tiga saudaranya yang lain kepada warga.

Anis bercerita bahwa ia dan ketiga saudara perempuannya dilarang ke luar rumah oleh ibunya.

Cerita itu kemudian dilaporkan warga ke Polsek Pakis, Polres Malang, Jumat (3/1/2020). Laporan itu ditindaklanjuti polisi dengan mendatangi TKP.

“Polisi bersama aparat desa dan dokter puskesmas melakukan pengecekan ke tersebut,” terang Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, kepada wartawan Jumat (3/1/2020).

Konon, menurut cerita warga, Artimutinah, menyekap anak-anaknya atas perintah seorang guru spiritual. Orang  tersebut, kata warga mendoktrin anaknya untuk tidak ke luar rumah.

Di ruang kamar, tempat pemnyekapan, polisi menemukan sejumlah barang menyerupai sesajen untuk meditasi.

“Asalnya (sesajen) masih proses pendalaman. Sebab ibu dan anak-anaknya masih dalam pemeriksaan psikis,” kata Ainun.

Sehari-hari kata Ainun sang ibu, tinggal bersama keempatnya anaknya yang sudah dewasa. Sementara sang suami telah meninggal dunia sejak 2004.

“Dari pengaduan warga, sang ibu diduga menyekap anaknya sudah puluhan tahun sejak anaknya masih kecil,” ungkap Ainun.

Saat dievakuasi dari dalam rumahnya, anak kedua yakni Titin Yuliarsih, dan anak ketiga, Vinawati dalam kondisi yang memprihatinkan. Keduanya  sempat memberontak dan menolak keluar rumah.

“Kalau anak pertama yang Asminiwati dan Anis Mufidah saat diajak berkomunikasi masih bisa. Bahkan anak pertamanya masih beraktivitas memasak saat dievakuasi. Yang agak parah anak kedua dan ketiga, tidak bisa diajak komunikasi. Kondisi juga sangat memprihatinkan,” tuturnya.

Dari keterangan warga juga diduga sang ibu mengidap gangguan kejiwaan. Karena itu kepolisian bersama aparat desa dan dokter puskesmas memeriksa kejiwaan keluarga tersebut.

Selanjutnya ibu dan anak-anaknya tersebut dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang untuk pemeriksaan guna memastikan kondisi psikis dan kejiwaan mereka. (riel)

Pos terkait