Antisipasi Covid 19, Pemkot Hentikan Sementara Kegiatan Sekolah

Pj Walikota Makassar Iqbal S Suhaeb memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Covid 19 di Kantor Walikota Makassar, Senin (16/3/2020) pagi.(FOTO: HUMAS PEMKOT MAKASSAR)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait penghentikan sementara proses belajar mengajar di seluruh sekolah TK/RA, SD/Mi dan SMP/MTS di Kota Makassar dan mengganti dengan kegiatan belajar di rumah.

SE nomor 440/83/DKK/III/2020 tertanggal 16 Maret 2020 ditandatangani Pj Wali Kota Makassar, Iqbal S Suhaeb usai Rapat Koordinasi (Rakor) Kewaspadaan dan Kesiapsiagaan Covid 19 di Kantor Walikota Makassar, Senin pagi.

Bacaan Lainnya

Kebijakan tersebut mulai berlaku Senin, 16 sampai 31 Maret 2020. Hal ini diputuskan sebagai bentuk pencegahan penularan Covid 19 di Kota Makassar.

“Pemerintah Pusat telah menetapkan Covid 19 sebagai bencana nasional non alam. Hari ini kita mereponnya dengan melakukan Rapat Koordinasi dengan seluruh pihak untuk menyampaikan beberapa keputusan strategis sebagai bentuk pencegahan kita di Makassar” ujar Iqbal saat memimpin rakor.

Selain penghentian sementara proses belajar mengajar di sekolah,  sejumlah keputusan strategis lainnya yang disampaikan dalam bentuk Surat Edaran Walikota Makassar, yakni menunda sementara lomba-lomba yang melibatkan peserta didik, pelajar, dan masyarakat. Termasuk meniadakan sementara kegiatan Car Free Day.

Selain itu, kegiatan Apel dan Upacara Hari Kedisiplinan Nasional bagi ASN untuk sementara ditiadakan. Mempertimbangakan untuk menunda semua kegiatan, even baik indoor maupun outdoor yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun swasta dengan melibatkan orang banyak sampai batas waktu yang dianggap kondusif.

Kegiatan Hari Kebudayaan Kota Makassar 1 April juga ditunda. Termasuk juga aktifitas di pesantren-pesantren diminta untuk hentikan. Rumah-rumah ibadah juga diminta untuk meningkatkan kebersihannya, utamanya keberishan karpet.

‘’Kita tidak berlakukan lockdown, namun kita meminta setiap orang melakukan self isolation, sosial distance dengan saling menjaga jarak minimal satu meter. Untuk sementara saling memberi salam tanpa berjabat tangan. Insya Allah kita bersama-sama menghadapi semua ini, semoga saja segera berlalu dan aktifitas kembali normal,” ujar Iqbal.

Dalam Rapat Koordinasi tersebut, hadir sejumlah stakeholder. Di antaranya Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, M. Ichsan Mustari, Ketua Tim Kesiapsiagaan Pandemi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo, Irawaty Djaharuddin, Perwakilan Unhas, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar,  Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Makassar, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Makassar, pelaku event organizer (EO), pimpinan OPD kota Makassar, para kepala sekolah dan sejumlah stakeholder lainnya.

Sementara itu saat berbicara, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, M. Ichsan Mustari memberikan apresiasi atas kesigapan yang dilakukan Pemkot Makassar dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona di Makassar.

“Gerakan Sosial Distance penting untuk terus kita gaungkan ke masyarakat sebagai upaya pencegahan. Kordinasi kita lebih diperkuat, semua harus terlibat untuk melawan virus ini” ujar M. Ichsan Mustari.(riel)

Pos terkait