INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Politikus Partai Nasdem Moh Ramdhan Pomanto (Danny) diisukan kuat akan bergandengan dengan Politikus Golkar Andi Nurhaldin Zunnun pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Makassar 2020.
Paket Danny-Andi Nurhaldin di Pilwakot Makassar mencuat usai Danny menerima rekomendasi usungan Partai Golkar untuk bertarung Pilkada Makassar beberapa waktu lalu di gedung CCC, Jalan Metro Tanjung Bung, Makassar belum lama ini.
Jika benar akan berpaket di Pilkada Makassar 2020, ini deretan fakta dari dua tokoh itu:
1. Partai Politik
Danny merupakan kader Partai Nasdem. Ia bergabung dengan Nasdem sejak tahun 2018 tepat pada acara pembekalan calon anggota legislatif dan kader NasDem se-Sulsel di Hotel Claro, Jalan Andi Djemma, Makassar, Sulsel, Kamis (27/9/2018) lalu.
Bergabungnya Danny di Partai Nasdem ditandai dengan dikenakannya Almamater Nasdem oleh Ketua Umum DPP Partai Nasdem kepada Danny Pomanto di acara pembekalan tersebut.
Meski pernah menjadi Wali Kota Mkassar pada 2013-2018, Danny tidak diberi posisi strategis di partai yang didirkan pada 11 November 2011.
Walaupun tidak aktif secara struktur di Partai Politik sebelum bergabung Nasdem, Danny dianggap sebagai tokoh politik yang tangguh. Namanya cukup terhitung sebagai Politikus ulung.
Bagaimana dengan Andi Nurhaldin?. Lahir dan tumbuh di keluarga besar berpartai Golkar, Zunnun terdidik dengan corak yang sangat bercirikan partai beringin rimbun.
Ayah Nurhaldin, HM Nurdin Halid adalah pentolan asli partai Golkar. NH, akronim ayah Zunnun adalah Ketua DPD I Golkar Sulsel juga pernah menjabat sebagai Ketua DPP Golkar dan beberapa jabatan strategis lainnya.
Sementata, Paman Nurhaldin, Kadir Halid tidak kalah legend ber-Golkar dari Nurdin Halid. Kadir Halid pernah menjabat sebagai anggota DPR Sulsel.
Pada Pemilu Serentak 2019, Andi Nurhaldin terpilih sebagai legislator DPRD Makassar. Ia kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Makassar.
2. Latar Belakang
Danny diketahui adalah tokoh dengan latar belakang sebagai seorang insinyur arsitektur alunmi Universitas Hasanuddin (Unhas). Danny kini menjabat sebagai Ketua IKA Arsitektur Unhas.
Meski berlatar bekakang Arsitektur, Danny sukses menjadi Wali Kota Makassar 2013-2018 lalu. Jabatan eksekutif itu diemban olehnya terbilang cukup baik. Deretan prestasi mewarnai Kota Daeng.
Andi Nurhaldin adalah seorang pengusaha yang beegerak di bidang properti dan pariwisata. Sebagai bussinesman, Andi Nurhaldin cukup terkenal di kalangan pengusaha.
Ia adalah Alumni salah satu Unibmversitas terbaik di Australia yakni Holmes University of Australia dengan program studi marketing.
Anak Muda yang juga terlibat dalam kerja-kerja Politik saat ayahnya bertarung di Pemilihan Gubernur 2018 lalu, Andi Nurhaldin juga merupakan tokoh strategis di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulsel. Ia bahkan pernah menjadi calon ketua Umum HIPMI Sulsel, meski kalah saat pemilihan.
3. Paket Eksekutif dan Legislatif
Sejumlah pihak menilai, paket Danny dan Andi Nurhaldin Zunnun adalah paket yang cukup lengkap. Pasalnya Danny dengan pengalaman eksekutifnya sebagai Wali Kota akan disempurnakan dengan Zulhan yang berlatarperan sebagai legislatif
Eksekutif bertugas merencakan program dan melaksanakan, sedangkan eksekutif adalah membahas, menetapkan dan mengawasi program. Begitulah penggambaran paket Danny-Andi Nurhaldin jika berpaket.
Sekedar informasi, terdapat dua partai yang telah mendukung Danny di Pilkada Makassar 2020. Ke dua partai tersebut yakni Nasdem dan Partai Golkar.
Jika dikalkulasi, Nasdem di DPRD Makassar memiliki 6 kursi dan Golkar memiliki 5 kursi. Artinya totalnya adalah 11 kursi. Sedangkan jumlah minimal dukungan adalah minimal 20 persen jumlah kursi dari keseluruhan.
Jumlah total kursi di DPRS Makassar adalah 50 kursi. Artinya jika dihitung angka 11 kursi telah melebihi syarat minimal dukungan yang hanya 20 persen atau 10 kursi.
(gun)
red: gun





