INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel menargetkan produksi udang windu tahun ini bisa meningkat dari 10,370 ton tahun 2019 menjadi 15.174 ton tahun ini.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kelautan dan Perikanan Sulsel Sulkaf S Latief. Bahkan ia optimis produksi udang windu Sulsel bisa lebih dari target itu,
“Udang windu ini merupakan produk lokal. Karena itu kami akan berusaha meningkatkan produksinya jauh lebih banyak dari tahun lalu,” tegas Sulkaf, Selasa (17/3/2020).
Perikanan merupakan salah satu sektor unggulan di Sulsel. Ada empat komoditi hasil produksi perikanan yang menjadi unggulan yakni rumput laut, udang windu, udang vanamei, dan ikan bandeng.
Data Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, luas lahan tambak aktif seluas109.556 Hektare (Ha). Kabupaten Pinrang menjadi daerah yang memiliki lahan terluas dengan produksi 3.057 ton dari 10 daerah penghasil komoditi ini di Sulsel. Maros menjadi daerah penghasil kedua dengan produksi 1.772 ton,lalu Pangkep 1.129 ton, menyusul Bone 877 ton, dan Luwu Utara 568 ton.
Daerah lainnya yakni Luwu Timur 556 ton, Bulukumba 554 ton, Luwu 488 ton, Jeneponto 407 ton, dan Kota Makassar 367 ton.
Sedangkan untuk produksi ikan bandeng di tahun 2019 sebanyak 184,186 ton. Ada 10 daerah di Sulsel dengan jumlah produksi terbesar. Kabupaten Bone produksi terbesar dengan 78,199 ton, disusul Wajo 22.144 ton, Pinrang 20.236 ton dan Pangkep 14.541 ton.
Luwu Timur 11.710 ton, Luwu 8.990 ton, Maros 8.983 ton, Luwu Utara 7.239 ton, Jeneponto 4.378 ton, dan Palopo 2,275 ton.
“Berdasarkan proyeksi komoditi, untuk tahun 2020 ini kita target jumlah produksi bandeng mencapai 196,953 ton,” katanya.
Sulkaf juga menjelaskan total jumlah lahan pertambakan aktif di Sulsel luasnya mencapai 109.556 ha. Ada lima daerah yang memiliki lahan terluas yakni Pinrang (15.026 Ha); Wajo (13.924 Ha); Bone (11.767 Ha); Luwu Timur (11.431 Ha); dan Luwu (11.344 Ha).
Terkait mewabahnya Virus Corona (Covid-19) saat ini juga diyakininya tidak akan mempengaruhi jumlah produksi udang windu dan ikan bandeng.
“Ini merupakan produk lokal. Kecuali produk ikan yang diekspor, ada pengaruhnya. Maka dari itu kami tetap optimis target produksinya di tahun ini bisa tercapai,” tutupnya.(riel)





