UPDATE CORONA 29 MARET : Pasien Meninggal Sudah 114 Orang

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Corona Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan, jumlah kasus positif Covid-19 sampai Ahad (29/3/2020) bertambah 130 kasus baru. Dengan demikian, totalnya 1.285 orang.

Dari jumlah tersebut, pasien Corona Covid-19 yang meninggal dunia sudah 114 orang. “Hari ini jumlah orang yang meninggal sebanyak 12 orang. Total jumlahnya 114 orang,” ujar Yurianto melalui konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta Timur, Ahad (29/3/2020).

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, dari total kasus tersebut, jumlah pasien sembuh dari infeksi Corona sebanyak 64 orang. Semua data pasien Corona Covid-19 tersebut dikumpulkan dari pukul 12.00 WIB, Sabtu 28 Maret hingga pukul 12.00 WIB, Ahad (29/3/2020).

Sementara itu di Sulawesi Selatan sampai pukul 16.13 WITA, Ahad (29/3/2020) sesuai data pada website resmi Pemprov Sulsel terkait tanggap Covid-19 di https://covid19.sulselprov.go.id, tercatat 496 orang berstatsu Odang Dalam Pengawasan (ODP). Sebanyak459 di antaranya masuk dalam proses pemantauan dan 37 orang lainnya selesai dipantau.

Untuk pasien yang berstatus Pasien Dengan Pengawasan (PDP) ada 92 orang. Di antaranya 84 orang masih dirawat dan 8 orang sudah sehat. Sedangkan untuk yang positif, sampai Ahad sore belum ada penambahan. Jumlahnya masih seperti kemarin, 33 orang, empat di antaranya sudah meninggal dunia.

Yurianto mengingatkan kepada semua masyarakat untuk menjaga jarak, lebih dari 2 meter, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan tetap produktif selama di rumah.

Jumlah pasien positif Covid-19 karena virus Corona di Indonesia naik signifikan. Juru bicara pemerintah dalam penanganan Corona Achmad Yurianto mengatakan, ini artinya, masih ada kasus positif Covid-19 yang ada di tengah masyarakat dan belum terdeteksi oleh pemerintah.

Kedua, lanjut dia, masih ada kontak dekat dengan orang yang positif Covid-19 dan belum terdeteksi itu, sehingga terjadi penularan. “Ini menggambarkan masih ada penularan penyakit ini di tengah masyarakat kita. Masih ada sumber penyakitnya dan kontak dekat yang terjadi,” ujar Yuri di Graha BNPB, Jakarta, Ahad.(*/riel)

Pos terkait