INFOSULSEL.COM, MAKASSAR —– Sebanyak 17 Anak Buah Kapal (ABK) KM Lembelu dievakuasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Makassar, Rabu (22/4/2020) sore. Dari 17 ABK dan mitra kerja kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), tersebut dua diantaranya terindikasi positif terpapar virus corona. Keduanya kini dirawat di RSKD Dadi, Makassar. Sementara 15 diantaranya diinapkan di Swiss-Belhotel Makassar, Jl Ujungpandang sejak Rabu (22/4/2020).

Kepala Armada PT Pelni Cabang Makassar Arfah Yusuf membenarkan kabar tersebut. Terkait berapa lama mereka diinapkan di hotel, tergantung Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Sulsel.
”Karena setahu saya gugus tugas yang memfasilitasi. Kami dari Pelni hanya menunggu,” jelas Arfah Yusuf.
Usai menurunkan ke-17 ABK tersebut KM Lambelu kemudian balik haluan meninggalkan dermaga Pelabuhan Makassar menuju tetap berada pada Zona Karantina sejauh 2 NM (nautical mil) di luar pelabuhan Makassar.
Sebelumnya, Pelni telah menjalankan tes swab bagi 109 kru kapal KM Lambelu. Kapal tersebut saat ini sedang menjalankan karantina dan portstay di Pelabuhan Makassar dengan jarak 2 mil dari darat. Sementara itu 25 orang kru yang terdiri dari 21 ABK dan empat orang mitra yang bertugas di KM Lambelu dan sempat dirawat di RSKD Dadi, menunjukan perkembangan kesehatan yang membaik setelah menjalani perawatan .

ABK tersebut sebelumnya telah dirujuk untuk menjalani perawatan sejak Senin lalu (20/4). Mereka terindikasi positif Covid-19 tanpa gejala (OTG).
‘’Kami terus memantau perkembangan kesehatan seluruh kru kapal yang kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit maupun yang sedang melakukan isolasi mandiri di atas kapal. Yang tengah dirawat di rumah sakit juga sudah dalam kondisi baik,” jelas Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero), Yahya Kuncoro dalam keteranagn tertulisnya yang diterima INFOSULSEL, Kamis (23/4/2020).
Hingga kini, KM Lambelu masih melaksanakan karantina dan portstay di Pelabuhan Makassar. Kapal dijadwalkan menjalani karantina dan portstay di Pelabuhan Makassar hingga 27 April 2020 mendatang.
“Manajemen akan menyesuaikan masa karantina dan portstay kapal sesuai dengan kondisi perkembangan kedepan. Jika belum memungkinkan tidak akan kami paksa untuk jalan,” tegas Yahya.
Kini masih terdapat beberapa kru kapal yang menjalani isolasi mandiri secara terpisah di atas kapal. Mereka juga telah diinstruksikan untuk terus menerapkan pola hidup sehat dan bersih (PHSB) serta mengatur pola aktifitas dan istirahat.

Manajemen juga selalu menyediakan multivitamin bagi kru kapal untuk meningkatkan daya tahan tubuh ditengah situasi Covid-19.
“Kesehatan dan keselamatan seluruh kru merupakan prioritas kami. Manajemen juga memastikan seluruh kru kapal mendapatkan perhatian dan dukungan yang diperlukan untuk pemulihan di masa pandemi ini,” ujar Yahya.
Para kru kapal tetap melakukan aktifitas seperti biasa, bersosialisasi satu sama lain dengan tetap menerapkan physical distancing, melakukan kegiatan olahraga, berjemur di pagi hari selama 10-15 menit. Manajemen dan otoritas di pelabuhan selalu menjalin koordinasi dengan sangat baik.
KM Lambelu merupakan salah satu kapal milik PT PELNI (Persero) dengan tipe 2000 dan memiliki rute Makassar – ParePare – Balikpapan – Tarakan – Nunukan – Pantoloan – Balikpapan – ParePare – Makassar – Bau-bau – Maumere – Bau-bau – Makassar – ParePare – Balikpapan – Pantoloan – Tarakan – Nunukan – Balikpapan – ParePare – Makassar.
Pelni sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 83 pelabuhan serta melayani 1.100 ruas. Selain angkutan penumpang, Pelni juga melayani 45 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di daerah T3P dimana kapal perintis menyinggahi 275 pelabuhan dengan 3.739 ruas.(riel)





