Dua Pemuda Salah Tembak di Papua, KontraS: Negara Harus Bertanggungjawab

INFOSULSEL.COM, PAPUA – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Yati Andriyani mendesak pembentukan tim independen untuk mengungkap kasus penembakan dua pemuda Papua.

Diketahui dua wwarga sipil Papu yang merupakan mahasiswa itu ditembak aparat keamanan. Mereka disangka anggota kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM), namun faktanya tidak demikian.

Bacaan Lainnya

“KontraS mendesak pertanggungjawaban negara atas dugaan tindakan pembunuhan secara sewenang-wenang dan penyalahgunaan senjata api terhadap warga sipil di Mimika, Papua,” ungkap Koordinator KontraS Yati Andriyani, Sabtu (18/4/2020).

KontraS mencatat, kata Yati, tercatat ada 3 warga sipil ditembak aparat keamanan di areal PT Freeport selama seminggu terkhir.

“Korban atas nama MM (16 tahun) meninggal akibat luka tembak di Jalan Trans Timika, Papua masih pada hari yang sama (13/4). Sedangkan, dua korban lainnya adalah Ronny Wandik (23) dan Eden Armando Debari (19),” papar Yati.

Peristiwa yang menambah daftar panjang pelanggaran HAM di papu itu, disebutkan Yati, merupakan bukti bahwa pemerintah gagal mengamankan Papua.

“Peristiwa serupa terus berulang, karena tidak ada efek jera dan impunitas yang terus terjadi di Papua,” imbuh Yati.

Yati menegaskan, pemerintah harus memastikan institusi TNI/Polri ataupun pihak-pihak dari Polri/TNI agar tidak menutup informasi terkait pengusutan kasus tersebut.

red: gun

Pos terkait