INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Mendekati bulan suci Ramadhan harga telur ayam khusunya telur ayam ras mulai naik di sejumlah pasar tradisional di Makassar, Sulawesi Selatan. Kenaikan ini terjadi sejak pandemi virus corona.
Anang, pedagang telur di pasar Aeng, Desa Aeng batubatu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan mengaku sebelum pandemi Covid-19 harga telur ayam per rak hanya kisaran Rp 40 ribu sampai Rp 42 ribu.
‘’Sekarang naik antara Rp 46 ribu sampai Rp 50 per rak,” ujar Anang.
Namun meski begitu harga telur ayam ras di pasar Terong masih lebih murah dibanding di Pasar Aeng Batu-batu. Hal itu diakui H Kenna. Sampai Sabtu (11/4/2020) ia masih menjual telur di kisaran Rp 45 ribu sampai Rp 48 ribu per rak.
“Awal bulan ini harga telur mulai naik. Sekarang malah sudah Rp45 ribu sampai Rp 48 ribu per rak. Kami kasi naik karena modalnya juga naik,” kata Kenna, Sabtu (11/4/2020).
Begitu juga di pasar Pabaeng-baeng. H Rizal, salah satu pedagang mengaku kenaikan harga telur ayam ras juga diikuti kenaikan harga sejumlah bahan pokok seperti terigu curah yang sebelumnya Rp8 ribu per kilogram menjadi Rp9 ribu per kg, minyak goreng curah Rp10 ribu per liter menjadi Rp12 ribu per liter.
Khusus harga telur ayam ras, lanjut dia, kenaikan harganya dipicu meningkatnya harga pakan ternak sepanjang kasus corona. Ini sampai ke kabupaten yang merupakan sentra produksi telur.
“Menurut langganan telur saya di Kabupaten Sidrap, harga telur ras naik karena mereka mendapatkan pakan dengan harga yang juga naik, karena arus transportasi antarkabupaten dan provinsi diperketat penjagaannya pada masa corona,” katanya.
Kepala PD Pasar Makassar Raya Basdir mengatakan, pihaknya akan terus memantau kondisi di lapangan. Jika harganya sudah diambang batas normal ia bersama instansi terkait yakni Disperindag akan turun ke lapangan melakukan operasi pasar.(riel)





