INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Pengamat Universitas Bosowa Arif Wicaksono menanggapi sikap Pemkot Makassar yang menggelar pelantikan secara diam-diam sejumlah pejabat.
“Menurut saya pasti ada pertimbangannya pemkot melaksanakan hal tersebut secara terbatas. Bisa jadi justru pemkot ingin menghindari kerumunan dan keramaian, selama masa pandemi covid-19 ini, sehingga kemudian pemkot membuat acara pelantikan secara terbatas,” ungkap Arif Wicaksono, Kamis (2/4/2020).
Ia juga menambahkan, pelantikan pada tanggal 24 Maret menurutnya sudah melalui prosedur, karena sepengetahuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Iya, itu alasan mutasinya, dan pasti sudah sepengetahuan atau izin kemendagri. Seandainya kemendagri tidak mengizinkan, ya tidak akan ada mutasi,” pungkasnya.
Sementara itu, pengamat pemerintahan Adnan Nasution berpendapat, pelantikan yang dilakukan oleh Pemkot Makassar menyalahi asas transparansi yang ada dalam pemerintahan.
“Semestinya, Pj walikota harus menyampaikan secara terbuka tentang pelantikan terhadap pejabat-pejabat yang tekait. Namun itu tidak lakukan,” kata Nasution.
Sehingga, menurutnya, hal ini tidak dilakukan secara profesional dalam mengelola roda pemerintahan.
“Pemerintah yang kita saksikan sekarang ini. Saya melihat Pj Walikota Makassar ini tidak care terhadap musibah dan bencana yang melanda negeri kita ini,” tandasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar kembali menggelar pelantikan sejumlah lurah di Ruang Sekretaris Daerah Lantai 9, Kantor Walikota Makassar, Senin (30/3/2020) kemarin.
Adapun lurah yang dilantik diantaranya Lurah Tanjung, Maradekayya, Maricaya Baru. Para pejabat ini pun dilantik oleh Sekda Kota Makassar, Ansar.
(andi)
red: gun





