INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Polres Pangkep, Sulawesi Selatan akhirnya menahan delapan orang tersangka kasus bullying dan penganiayaan penjual jalangkote yang terjadi Ahad (17/5/2020). Videonya kemudian viral di media sosial. Di antara yang ditahan, selain pelaku utama juga perekam video tersebut.
Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji mengatakan, para tersangka ditangkap pada hari kejadian. Saat ini masih diselidiki peran masing-masing tersangka dalam kasus tersebut.
“Tersangkanya ada delapan dan tersangka utamanya satu. Yang lain, ada yang tidak membantu,” jelas Ibrahim kepada wartawan, Senin (18/5/2020).
Penganiayana terhadap bocah RZ (12), terjadi di kawasan Lapangan Bonto-bonto, Kecamatan Ma’rang, Pangkep, petang kemarin. Seperti terlihat dalam video yang beredar, tersangka utama, APY (26), menganiaya korban hingga terjungkal. Kejadian itu disaksikan banyak orang.
Delapan tersangka kini ditahan di Polres Pangkep. “Sementara kita periksa dari semalam itu delapan orang itu. Semuanya masih kita amankan,” ungkap Ibrahim.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo menjelaskan pelaku mengaku menganiaya korban karena tersulut emosi. Dia tidak menerima candaan korban yang menyebut dirinya jagoannya Ma’rang.
“Kemudian didengar pelaku bersama temannya kemudian memukul dan mendorong korban dengan sepedanya hingga terjatuh,” kata Ibrahim.
Dalam video yang beredar, pelaku terlihat mengenakan kaus bertuliskan PLN. Setelah dilakukan pengecekan, pelaku bukan pegawai PLN.
“Sudah kami cek dan telusuri. Kami pastikan pelaku perundungan tersebut bukanlah pegawai PLN,” ujar General Manager PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar, Ismail Deu dalam keterangan resminya, Senin (18/5/2020).
Meski begitu Ismail mengakui kalau pelaku utama kasus ini hanya tenaga kontrak/outsourcing dari perusahaan yang menjadi mitra PLN. Tugasnya Operator Telekomunikasi Layanan Gangguan PLN ULP Maros, Sulsel.
“Tidak ada sangkut pautnya dengan tugasnya sebagai tenaga kontrak atau outsourcing PLN, itu murni urusan pribadi pelaku,” tutur dia.
Lebih lanjut, Ismail mengatakan perseroan menyayangkan dan prihatin atas kejadian tersebut. Ia memastikan bahwa PLN akan memberikan tindakan tegas kepada vendor yang mempekerjakan pelaku.
“Saya berharap dengan adanya kejadian ini seluruh pegawai PLN dan mitra kerja PLN untuk selalu menjaga sikap dan perilaku baik di area kantor maupun di luar lingkungan masyarakat,” ujarnya.(riel)





