INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono menegaskan akan fokus meredam aksi tawuran yang pelakunya kerap didominasi para remaja.
“Saat ini yang marak di Makassar adalah perekelahian kelompok. Intelijen sudah koordinasi tokoh masyarakat. Apabila tetap terjadi perkelahian kelompok maka segera akan tindak tegas,” ujar Yudhiawan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/5/2020).
Dari catatan kepolisian, sepekan terakhir sudah tiga aksi tawuran terjadi di tiga titik berbeda di tengah penerapan PSBB di Kota Makassar.
Aksi tawuran antarwarga terjadi saat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar tahap 2 dimulai pada Jumat (8/5/2020).
Tiga tawuran tersebut terjadi di Jalan Pampang, Kecamatan Panakukang. Satu orang tewas dalam aksi ini. Sementara dua aksi tawuran terjadi di Jalan Gunung Nona, Kecamatan Ujungpandang. Teranyar perang kelompok terjadi di Jalan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini.
Dari 3 tawuran tersebut, polisi mengamankan total 30 terduga pelaku. Kanit Reskrim Polsek Rappocini Iptu Nurtcahyana mengatakan, tawuran di Jalan Banta-Bantaeng terjadi pada Rabu (13/5/2020) malam.
Aksi saling lempar batu dan anak panah antarkelompok pemuda. Ini membuat warga sekitar resah.
Tawuran tersebut baru berhenti ketika polisi datang ke lokasi. Ada tujuh terduga pelaku diamankan saat bersembunyi di salah satu rumah warga.
Menurut Nurtcahyana tidak ada korban jiwa dalam aksi saling serang menggunakan senjata tajam berupa anak panah (busur) dan batu ini.
Dantim Penikam Polrestabes Makassar Ipda Arif Muda menceritakan para pelaku tawuran tersebut juga tak segan menyerang polisi saat dibubarkan. Seperti yang terjadi di Jalan Gunung Nona-Jalan Gunung Lokon pada Selasa (12/5/2020) malam. Polisi diserang dengan anak panah dan petasan saat membubarkan aksi itu. Beruntung saat itu tak ada aparat yang mengalami luka. Dari aksi ini diamankan 17 pelaku tawuran di tempat berbeda.(riel)





