INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Bakal Calon Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto memiliki tekad dan keyakinan yang kuat untuk diusung kembali oleh Demokrat pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang. Ia masih Pede (percaya diri) akan menggandeng Demokrat.
Ini terlihat usai menjalani Pit anda provert test yang digelar oleh DPD Partai Demokrat Sulsel. Danny Pomanto sapaannya, adalah balon yang paling lama menjalani tes ini dengan durasi 2 (dua) jam.
Pantuan awak media, Danny Pomanto ikut fit and proper test sekitar pukul 20.00 hingga 22.00 WITA di Hotel Claro, Makassar, Sabtu (6/6/2020) malam. Ia tampak mengenakan kemeja biru bersama beberapa tim pemenangannya.
“Yah, jadi menarik sekali karena saya liat panelisnya ini betul-betul detail soal konsep terbarukan dengan kondisi Covid seperti hari ini. Dan kebetulan kami memaparkan data-data karena kami memang selalu dengan ukuran-ukuran yang secara faktual sudah terjadi. Sehingga diskusinya jadi menarik, sangat menarik sekali termasuk beberapa ukuran-ukuran keberhasilan dan tidak belum keberhasilan yang akan dicapai di periode kedua yang akan datang,” jelas Danny.
Sejak Pilkada Makassar 2014, Demokrat selalu mendukung Danny. Bahkan pada Pilkada 2018, Partai berlogo mersi ini tetap kokoh bersamanya. Karena itu, ayah tiga putri itu kembali menegaskan ingin kembali berjuang bersama partai besutan Agus Harimurti Yudhyono (AHY) putra Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, ini.
“Jadi seperti tadi, saya bicara apa adanya saya bilang bahwa hubungan saya dengan Demokrat itu ibarat jus herbal yang bisa sembuhkan covid kira-kira begitu. Dan pahit juga rasanya. Tapi, insha Allah akan datang ini bukan hanya sebagai obat tapi sebagai obat kuat juga untuk kita kedepan memenangkan ini. Bukan hanya sekedar obat penyakit tapi obat kuat juga,” sambutnya.
Danny Pomanto yang diisukan telah digadang-gadang berpasangan dengan Andi Zunnun atas rekomendasi partai Golkar, nampak ditampiknya. Artinya, Zunnun bukanlah calon wakil yang mesti digambarkan untuk pendampingnya nanti.
“Yah saya selalu bilang bahwa wakil itu, adalah tergantung partai koalisi dan kriteria wakil jelas yaitu adalah orang yang punya kelebihan dari kekurangan saya. Contoh saya kekurangan uang, wakil kelebihan uang, pas cocoki, ini contoh,” tegasnya.
“Kan semua partai pasti menanyakan itu. Nah itu saya serahkan ke partai koalisi. Semua, bukan hanya anu tapi semua itukan mekanismenya secara formal, saya belum punya wakil secara formal, usulan wakil ada, jadi kita serahkan ke partai pengusung,” lanjut mantan walikota Makassar periode 2014-2019 ini.
Menanggapi soal tarik-menarik dalam politik, Danny Pomanto mengatakan, drama politik itu dinamis . Ia percaya tetap akan mendapat bagian ekuilibrium
“Saya pikir tarik menarik di dalam politik itu biasa, biasa itu tapi nanti Insha Allah, selalu mendapatkan ekuilibrium dimana titik keseimbangan nya, ini kan namanya politik, bagaiman komunikasi bisa terjalin, perbedaan biasa, saya beberapa kali mengalami hal itu,” imbuhnya.
“Sekali lagi fix atau tidak fix tergantung partai pengusung, saya tidak campur itu barang, kecuali dia minta pendapat syaa, saya kasih pendapat, kira-kira begitu,” pungkasnya.
(Andi)
red: gun





