INFOSULSEL.COM, MAKASSAR—Gol Stefano Lilipaly ke gawang Rivky Mokodompit pada laga big match pekan ke-33 di Stadion Mattoangin, Makassar Senin 6 Novemnber 2017 membuayarkan harapan pemain dan pendukung PSM Makassar yang saat itu lagi onfire.
Sayangnya gol pemain naturalisasi tersebut justru datang di menit-menit akhir masa-masa injury time (90’+3). Laga pun berkahir dramatis. Kemenangan Bali United akhirnya merontokkan rekor tak terkalahkan PSM selama 15 laga. harap untuk merenglkuh juara, buyar.
Padahal Juku Eja sepanjang kompetisi kala kitu ini hampir meraih rekor sempurna di Makassar. PSM hanya sekali meraih hasil imbang, yakni saat menjamu Barito Putera Selasa (18/7/20117), dengan skor 1-1. Sisanya Rizky Pellu dan kawan-kawan selalu menang.
Kekalahan dari Bali United terasa menyakitkan. Apalagi kedua tim tengah terlibat persaingan alot memperebutkan trofi juara. Atas kemenangan itu Bali United berada di puncak klasemen dengan torehan 65 poin dari 33 pertandingan. Sementara itu, PSM tertahan di posisi tiga besar dengan koleksi 62 poin.
Di akhir musim Bhayangkara FC keluar sebagai campiun dan Bali United berada di bawahnya. Menyusul PSM di posisi tiga.
Kisah itu ternyata masih terbanyang dalam ingatan Rizky Pellu. Momen paling menyedihkan bagi sang gelandang, sepanjang kariernya.
“Sedih sekali karena justeru kita main di kandang sendiri malah kalah. Padahal tinggal beberapa laga lagi bisa juara,” ujar Rizky Pellu belum lama ini.
Situasi yang sama kembali dialami oleh PSM di ajang Liga 1 2018. Mereka lagi-lagi terlempar dari perburuan gelar juara di pekan ke-33. Saat itu PSM ditahan 0-0 oleh Bhayangkara FC. Hasil ini membuat Persija Jakarta keluar sebagai juara dengan selisih satu poin saja.
Kini Rizky Pellu masih betah berlama-lama dalam skuat PSM yang tetap memasang target juara Liga 1 2020. Sayangnya kompetisi kini tengah vakum akibat pandemi Covid-19.(riel)





