Partisipasi Politik, Mardiana Rusli: Perempuan Hanya Diberdayakan Penuhi Zipper Nomor Urut

Presidium JaDI Sulsel

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Jumlah perempuan yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah semakin sedikit. Berkaca pada Pilkada serentak periode 2015,2017,2018 representasi perempuan di dunia politik masih jauh dari amanah Undang-Undang Pemilu yakni pemenuhan quota minimal 30%.

Minimnya partisipasi perempuan untuk bertarung dalam Pilkada serentak dinilai karena rendahnya keberpihakan partai politik (parpol) terhadap calon dari perempuan. Buruknya sistem kaderisasi dalam tubuh partai politik berdampak kurangnya daya tarung perempuan untuk berkiprah.

Bacaan Lainnya

“Mandat minimal 30 % jangan dimaknai hanya berlaku untuk pemilu legislatif. Perempuan hanya diberdayakan partai politik untuk pemenuhan sistem Zipper dalam daftar urut pencalonan. Tetapi pemberlakuan 30 % dalam kompetisi dalam Pilkada serentak, “ kata Mardiana Rusli, ketua Presidium JaDi Sulsel, Kamis (11/6/2020).

Menurutnya, kegagalan partai politik mendorong perempuan bisa dilihat dari dari jumlah kandidat perempuan di tiga tahapan Pilkada di Sulawesi Selatan . tentu saja ini menjadi PR bagi partai politik. Pasalnya Pilkada ini menjadi kewenangan parpol dalam mendorong representasi perempuan dalam peta pertarungan kandidat perempuan.

Dalam pencalonan Pilkada parpol, kata Ketua II Fatayat NU Sulsel ini, lebih condong melihat elektabilitas sosok calonnya tersebut dan mengabaikan representasi calon perempuan.

“Jika dilihat dari segi integritas calon perempuan lebih menjalankan mandat integritas ketimbang kandidat laki-laki.
Keresahan ini harus terus dibunyikan dalam ruang-ruang diskusi sebagai ajang refleksi dan strategi gerakan perempuan untuk mengisi ruang-ruang publik terkhusus di Pilkada yang akan digelar serempak,” papar Mantan jurnalis salah satu TV Nasional ini.

Analisis sederhana, Ana, sapaanya, sekaligus merespon diskusi daring virtual hari Jumat, 12 Juni 2020 pukul 15.15 WITA oleh PW Fatayat Nadhlatul Ulama Sulawesi Selatan bersama Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulsel dan Kemitraan / Partnership.

Pamflet diskusi Fatayat NU Sulsel

Kegiatan yang dipandu Anriani Faisal Amir ini akan menghadirkan 4 narasumber, diantaranya Wahida Suaib (Kemitraan/Partnership), Andi Yudha Yunus (Direktur LSKP), Saiful Jihad (Pimpinan Bawaslu Sulsel), dan Dr Anshar Taufiq M.Si ( Pengurus JaDI Sulsel/akademisi)

red: gun

Pos terkait