Hasan Hayim Siap Lawan Adnan di Gowa

Hasan Hasyim.(FOTO: SUHANDI)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –Berkali-kali Hasan Hasyim mencalonkan diri sebagai calon Bupati di Gowa,  namun ia selalu gagal. Tapi kegagalan itu tak menyurutkan niatnya untuk kembali maju.

Kali ini Hasan Hasyim kembali berniat maju. Kali ini yang bakal ditantang adalah sang petahana Adnan Purichta Ichsan pada Pilkada di Kabupaten Gowa 9 Desember 2020.

Argumen Hasan menantang putra mendiang Bupati Gowa dua periode Ihsan Yasin Limpo ini adalah komitmennya untuk memajukan daerah yang memiliki APBD terbesar setelah kota Makassar di Sulawesi Selatan, itu.

“Salah satu penguatan yang Insha Allah saya dapatkan ketika saya sudah ditetapkan sebagai calon penantang petahana. Saya kira itu berita besar. Karena selama inikan orang tahu bahwa akan melawan kotak kosong,” ujarnya kepada wartawan usai mengikuti fit and provert test di DPD Demokrat Sulsel, Senin (8/6/2020) lalu.

Hasan Hasyim maju pada Pilkada Gowa bukanlah kali pertama. Bahkan sejak periode kedua Syahrul Yasin Limpo menjabat Bupati Gowa, ia juga pernah maju namun gagal.

“Saya ini sudah puluhan tahun berjuang menjadi calon bupati Gowa tapi tidak pernah kebagian pintu. Bahkan periode saya pernah disebut gila, karena akan menantang pak Syahrul waktu itu,” lanjut Hasan Hasyim yang juga akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) ini.

Sebagai orang pertama yang menyandang gelar Magister Perkotaan, Hasan optimis mengalahkan petahana. Sebab, kata dia, manajemen perkotaan adalah identitas dirinya untuk merevitalisasi dan melakukan penataan kota.

“Saya optimis. Karena selama ini tidak ada penantang baru yang tidak kelihatan. Basic keilmuwan saya adalah menjadi solusi untuk pembangunan Gowa. Insya Allah saya akan menjadi solusi,” katanya.

Sementara, hingga saat ini trending,  bahwa belum ada sosok yang punya kekuatan cukup untuk melawan keponakan Menteri Pertanian itu. DPRD dan masyarakat Gowa dianggap masih solid mendukung Adnan.

Menanggapi hal tersebut, Hasan Hasyim tidak menjadikannya sebagai hambatan. Sebab, terobosan politiknya lebih mengedepankan gerakan tak terlihat.

“Ilmu itu tidak kelihatan. Dan ilmu yang saya miliki juga lahir dari teman saya sendiri yaitu bapak wakil bupati Gowa sekarang Abdul Rauf Mallagani (Kr Kio) waktu saya silaturahmi ke rumahnya. Saya optimis karena tidak pernah tinggalkan Gowa,” ujarhnya. (andi/riel)

Pos terkait