Subur Sembiring Berulah, Demokrat Sulsel Minta DPP Ambil Langkah Tegas

Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel Ni'matullah Erbe didampingi Ketua DPC Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel), Ni’matullah Erbe, menilai langkah politik yang dilakukan Subur Sembiring yang ingin melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) merupakan manuver- yang tidak sehat baik secara politik maupun organisasi.

Bagi Ni’matullah KLB adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal dilakukan. Alasannya, karena Subur Sembiring pada Kongres V Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Ahad  (15/3/2020) lalu juga hadir.

Bacaan Lainnya

Pada kongres tersebut 604 pemilik hak suara secara aklamasi memilih Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat periode 2020-2025.

‘’Kalau tidak setuju kenapa sejak awal dia tidak melakukan protes pada saat forum kongres,” cetus Ni’matullah saat konferensi pers usai melaksanakan fit and proper test selama tujuh hari kepada bakal calon bupati dan walikota yang akan maju pada Pilkada serentak di 12 kabupaten kota di Sulsel, di Hotel Claro, Makassar, Jumat (12/6/2020) malam.

Karena itu Ulla, sapaan Wakil Ketua DPRD Sulsel ini menegaskan seluruh DPC dan DPD Sulsel Demokrat meminta pengurus DPP mengambil langkah tegas kepada oknum-oknum yang melakukan upaya dan manuver-manuver liar yang tidak sehat.

‘’Langkah tegas penting dilakukan oleh DPP Demokrat agar jangan lagi ada kader  yang berbuat semaunya. Organisasi ini harus tertib. Kalau ada yang melanggar harus ditindak tegas,” pekik Ulla yang didampingi sejumlah Ketua DPC Partai Demokrat se Sulsel.

Seperti apa bentuk tindakan tersebut, Ulla menyerahkan sepenuhnya kepada DPP. ‘’Terserah mau dipecat, mau diberi peringatan atau ambil langkah tertentu, kami serahkan kepada DPP,’’ ujarnya.

Tapu di sisi lain ia meminta kepada pengurus DPP Demokrat untuk tidak membiarkan masalah ini berlarut-larut. Sebab kalau dibiarkan berlama-lama bisa saja DPD dan DPC yang mengambil langkah yang sudah bukan lagi langkah organisasi.

”Atau kalau pengurus DPP Demokrat tidak mau bertindak, serahkan saja ke DPD Sulsel, nanti kita yang eksekusi,” kata Ulla dengan nada serius.

Menurut dia manuver yang dilakukan Subur Sembiring dkk dengan alasan SK Menkumham belum keluar adalah berita hoax yang sengaja dihembuskan untuk mengacaukan kepengurusan DPP Demokrat yang baru.

‘’SK Kemenhumkam menyangkut perubahan AD/ART dan sturktur DPP Partai Demokrat periode 2020–2025 sudah keluar sejak 9 Mei 2020 lalu. Jadi kalau dia mau merubah lagi saya kira itu agenda politik yang tidak sehat dan dapat merusak wibawa dan marwah Partai Demokrat,” katanya.

Sebelumnya Subur Sembiring seperti diberitakan sejumlah media menemui Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan pada Senin (8/6/2020)  dilanjutkan keesokan harinya menemui Menkumham Yasonna Laoly. Dalam pertemuan secara terpisah dengan dua menteri itu, Subur dkk disebut ingin mempertanyakan legalitas AHY sebagai Ketua Umum Demokrat.

Gelagat Subur Sembiring yang bermanuver ini memantik kritik kader Partai Demokrat di penjuru Indonesia. Salah satunya datang dari Ketua DPC Partai  Demokrat Kota Makassar Adi Rasyid Ali. Ia menilai pemikiran Subur sudah sangat tidak subur lagi. Ia menduga pemikiran politisi senior Demokrat ini akibat terpapar virus corona sehingga otaknya sudah tidak waras.

‘’Saya menduga jangan sampai otaknya Subur ini sudah terpapar covid-19 sehingga dia berusaha melakukan manuver yang tidak populer. Makanya saya sarankan dia dirapid test atau diswab test,” cetus Adi Rasyid Ali.(riel)

Pos terkait