Target 6 Kader Maju di Pilkada 2020, Ni’matullah : Demokrat Tidak Mau PHP Kandidat

Ketua DPD Parrai Demokrat Sulsel Ni'matullah erbe didampingi sejumlah etua DPC Partai Demokrat se Sulsel. Di antaranya Ketua DPC Makassar, Adi Rasyid Ali, Gowa Bung Reza Ali, Andi Murni (Bulukumba) dan Andi Haeruddin.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –— Target Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Pemilihan Kepala daerah (Pilkada) serentak di 12 kabupaten dan kota di Sulsel yang rencannaya berlangsung 9 Desember 2020 nanti, tidaklah muluk-muluk.

‘’Saya tidak menargetkan 12 orang. Cukup 6 orang atau minimal 50 persen saja kader Demokrat maju sebagai 01 dan 02 masing-masing 3 orang. Kenapa tidak 12 ? Karena saya tahu situasinya. Dari fit proper test ini bisa memberi gambaran untuk bisa mendorong kader kami maju di Pilkada.’’

Bacaan Lainnya

Hal tersebut ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel  Ni’matullah Erbe pada sesi jumpa pers usai pelaksanaan fit and proper test di lantai 5 Hotel Claro, Makassar, Jumat (12/6/2020) malam.

Menurut Ulla, komitmen dan konsistensi para kader Demokrat di kontestasi politik di Sulsel sudah sangat teruji. Karenan itu ia menegaskan akan sangat rugi jika para kandidat tidak mau berpasangan dengan kader Demokrat.

Meski begitu Ulla tidak ingin memaksakan para kandidat untuk berpasangan dengan kader Demokrat. Bagi dia, pemaksaan dalam dunia politik akan berbahaya. Risikonya, bisa tidak langgeng dan pecah kongsi sebelum selesai masa periode.

‘’Kita tidak wajibkan kandidiat berpasangan dengan kader kita. Jangan mereka dikandang paksa. Itu berbahaya dalam kontestasi Pilkada. Sebab kalau dipaksakan sama saja dengan kawin paksa,” tegas Ulla.

Risikonya, lanjut Ulla, kalau kalah. Bisa saja itu dijadikan alasan sebagai faktor kekalahan karena memaksakan berpasangan dengan kader Demokrat.

‘’Kawin paksa juga mengindikasikan kader kita tidak siap. Padahal kader kita siap di sejumlah kab kota. Kalau mau ambil, tafadhol (silahkan). Kalau tidak mau dan yakin menang tanpa berpasangan dengan kader Demokrat,  tidak apa-apa. Silahkan saja jalan. Nanti kita lihat,” ujar Ulla, serius.

Tapi lanjut Ulla, akan rugi jika para kandidat kalau tidak mau berpasangan dengan kader Demokrat.  Ia menyebut kader yang sangat berpotensi bisa diusung diantaranya Adi Rasyid Ali di Makassar, Amirullah Nur di Kabupaten Maros, Andi Murni di Kabupaten Bulukumba dan Andi Haeruddin di Kabupaten Barru.

Ulla kemudian memaparkan bagaimana reputasi seorang ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar Adi Rasyid Ali.

‘’Reputasi P ARA tidak perlu diragukan lagi. Tidak gampaang orang bisa duduk di tempat yang sama selama dua periode di DPRD Kota Makassar. Apalagi lima Daerah pemilihan (Dapil) di Kota Makassar semua Dapil ‘neraka’. Orang bisa duduk 2 sampai 3 kali tidak mudah. Artinya ada basis yang jelas di bawah,’’ papar Ulla.

Soal pemerintahan, Ulla menyebut ARA adalah Wakil Ketua DPRD dua periode.

‘’Artinya tidak bisa dipertanyakan lagi soal pemerintahan. Apalagi bisa memimpin Badan Anggaran (Banggar) di Makassar selama dua periode. Kandidat kalau dia rasional pasti akan menjadikan ARA sebagai alternatif pertama,” lanjut Ulla.

Tapi sekali lagi Ulla menegaskan partainya tidak dalam posisi memaksa kandidat harus berpasangan dengan kader Demokrat.  Bagi dia, proses politik itu adalah proses yang harus serba ikhlas.

‘’Tidak boleh ada paksaaan. Karena ujungnya selalu tidak baik,” katanya.

Selain ARA, Ulla menyebut di Maros ada Amirullah Nur. Bagi dia nama Ketua DPC Partai Demokrat Maros ini cukup dikenal. Begitu juga di Bulukumba ada politisi perempuan yang punya basis massa cukup besar yakni Andi Murni. Sementara  di Barru ada Andi Haeruddin yang ketokohannya sangat jelas.

Kader lainnya yang siap dan punya potensi maju di Pilkada 2020 menurut Ulla yakni di Toraja dan Tporaja Utara (Torut) Luwu Utara (Lutra), Luwu timur (Lutim) dan Soppeng.

‘’Tapi kita tidak dalam posisi memaksa kandidat untuk berpasangan dengan kader kami. Kalau ada yang menganggap berpasangan dengan kader kami bisa menghasilkan kewenangan dan bisa urus rakyat secara baik dan bersama-sama, silahkan,”  kata Ulla.

Yang pasti Ulla menjamin partai Demokrat tidak pernah main-main dalam mengusung kandidat.

‘’Kita (Demokrat) kalau sudah menentukan sikap, tzunami pun kita tidak akan bergeser. Kita lebih keras dari tiang baja kalau sudah bersikap. Banyak bukti soal itu. Dan kami tidak main-main. Kami tidak pernah PHP para calon. Itu jaminannya. Dan itu mesti dipertimbangkan oleh kandidat. Mengapa penting berkoalsisi dengan Partai Demokrat,” tegas Ni’matullah.(riel)

Pos terkait