Ternyata Ini Penyebab Keterlambatan Pencairan Insentif bagi Nakes

ILUSTRASI.

INFOSULSEL.COM, JAKARTA – Kementrian Kesehatan merespon isu terkait keterlambatan pencairan dana insentif bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) dalam penanganan Corona Virus Disease (Covid-19).

Ini menyusul pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyinggung tentang rendahnya serapan anggaran di Kementerian Kesehatan pada 18 Juni 2020 lalu. Presiden juga minta agar tunjangan bagi para tenaga kesehatan segera dicairkan.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemenkes, Abdul Kadir menyebutkan, penyebab keterlambatan pencairan insentif ini adalah terlambatanya usulan pembayaran tunjangan tenaga kesehatan dari fasilitas layanan kesehatan dan dinas kesehatan daerah.

Itu, menurut Abdul Kadir, terjadi karena usulan tersebut harus diverifikasi di internal fasilitas pelayanan kesehatan kemudian dikirim ke Kementerian Kesehatan.

“Alurnya terlalu panjang sehingga membutuhkan waktu untuk proses transfer ke daerah. Keterlambatan pembayaran juga disebabkan antara lain karena lambatnya persetujuan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) oleh Kementrian Keuangan,” ungkap Abdul Kadir, Senin (29/6/2020).

Soal keseiapan anggaran untuk pemberian insentif bagi Nakes, disebutkan Abdul Kadir, pihaknya telah menyiapkan penganggaran insentif bagi bagi nakes senilai Rp5.6 triliun.

Dari jumlah itu, Rp3,7 triliun dikelola oleh Kementerian Keuangan sebagai dana transfer daerah dalam bentuk dana tambahan bantuan operasional kesehatan (BOK).

“Sisanya, Rp1,9 triliun dikelola oleh Kementerian Kesehatan, di mana di dalamnya termasuk dana santunan kematian tenaga kesehatan sebanyak Rp60 miliar,” bebernya.

red: gun

Pos terkait