Data sementara dari Tim SAR gabungan di bawah kendali Basarnas mencatat sudah 21 jenazah yang berhasil dievakuasi dan 23 lainnya masih dalam pencarian. Tima SAR terkendala kedalaman lumpur yang mencapai 2 meter lebih. Upaya pencarian korban dan penyelamatan barang milik warga terpaksa dihentikan karena sungai Masamba kembali meluap akibat guyuran hujan.
Kepala Pelaksana BPBD Luwu Utara Muslim Muchtar mengatakan, ada 15.000 jiwa yang terkena banjir bandang. Korban yang mengungsi akibat banjir ini tersebar di beberapa titik posko, rumah kerabat dan keluarga.
Banjir di Lutra dipicu salah satunya hujan dengan intensitas tinggi. Debit air hujan mengakibatkan Sungai Masamba, Rongkang dan Sungai Rada meluap sehingga terjadi banjir bandang. Lutra termasuk wilayah yang memiliki bahaya kategori sedang hingga tinggi untuk bencana banjir bandang. Ada 11 kecamatan berada pada kategori tersebut. Jumlah populasi terpapar bahaya banjir bandang mencapai 23.402 jiwa.
Sulsel juga memiliki 22 kabupaten yang berada pada kategori sedang hingga tinggi untuk potensi bencana banjir bandang. Jumlah populasi terpapar pada sejumlah kabupaten tersebut mencapai 281.724 jiwa.(riel)





