INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Jelang perayaan hari raya Idul Adha, Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan berkunjung untuk mematuhi protokol kesehatan.
Imbaun ini sebagai antisipasi akan melonjaknya pengunjung menjelang menjelang hari raya kurban di area publik utamanya, di pasar tradisional.
Direktur Utama PD Pasar Kota Makassar, Basdir menyampaikan, pihaknya sejak Maret lalu telah melakukan edukasi, sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional.
“Jelang lebaran Idul Adha selalu terjadi lonjakan pengunjung di pasar-pasar, utamanya pasar tradisional. Sejak Maret kami PD Pasar telah melakukan edukasi, sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional,” kata Basdir saat ditemui di kantornya, Selasa (28/7/2020).
Baginya, tantangan mengurus pasar sangat jauh berbeda dengan mengurus mall dan pasar modern lainnya.
Olehnya itu, ia berharap kepada masyarakat ada kesadaran kolektif tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan.
“Mereka disana pengunjung dan pengusahanya tertib. Tapi kalau di pasar pengunjung dan pedagangnya terkadang ngeyel. Tetapi itu menjadi tantangan kami di PD Pasar untuk melakukan himbauan, edukasi, bahkan kita bisa memberi sanksi jika telah berkali-berkali diberikan himbauan,” ungkap Basdir.
Ia memastikan di seluruh pasar tradisional di Makassar telah disiapkan westafel portable untuk cuci tangan di setiap pintu-pintu masuk. Juga dipasang spanduk berupa himbauan serta disiagakan petugas dari unsur TNI dan Polri.
“Sekarang kita telah menyiapkan alat cuci tangan di setiap pintu masuk, ada spanduk himbauan, ada petugas-petugas kami dengan TNI/Polri untuk selalu memberi edukasi. Hingga berkeliling pasar untuk mengingatkan orang yang tidak pakai masker,” paparnya.
Di samping itu, PD Pasar juga berencana memasang tirai plastik di setiap lapak dan kios pedagang guna membatasi antara pembeli dan pedagang.
“Kami sudah uji coba di pasar Maricayya dan pasar Pabaeng-baeng. Selanjutnya 10 pasar akan kami pasangi semua,” imbuh Basdir.
“Ini sudah berjalan baik meskipun kami akui masih ada pelanggaran sekitar 20-30 persen. Mudah-mudahan bisa lebih maksimal lagi. Sekali lagi saya katakan, karakter orang di pasar tradisional berbeda dengan orang di pasar modern,” cetusnya. (andi)





