Ini Tanggapan Pemerhati Cagar Budaya Soal Renovasi Stadion Mattoanging

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –Makassar Architectural Hertage Developer Center, Sudjar Adityadjaja, menyoroti soal rencana renovasi Stadion Mattoanging. Ia beranggapan, stadion tersebut harusnya tidak dibongkar total karena mengandung unsur sejarah.

“Kita tidak menghalangi proses renovasi Stadion Mattoanging. Tapi sebenarnya tidak boleh dibongkar total. Karena di sana melekat nama-nama tokoh. Ada Andi Matalatta, dan yang lainnya,” ujar Sudjar di kantor DPRD Makassar, Selasa (18/7/2020).

Sudjar meminta DPRD kota Makassar mengawal proses pencatatan cagar budaya. Salah satunya Stadion Mattoanging.

“Kami rekomendasikan kepada anggota dewan untuk mengawal itu. Ada lima hal. Salah satunya melakukan registrasi bangunan-bangunan heritage.  Seperti halnya Stadion Mattoanging,” jelas Sudjar.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Agus Jaya Said menyebutkan, sesuai SK, ada 150 bangunan cagar budaya yang belum teregistrasi, termasuk Stadion Mattoanging. Sementara yang sudah teregistrasi baru delapan.

‘’Stadion Mattoanging sampai saat ini belum teregistrasi. Tahun 2009 ada SK Kemenhumham ternyata Stadion Mattoanging dari 32 bangunan itu tidak ada dalam SK. Permohonannya segera daftarkan,” beber Agus.

Untuk itu, pemerintah kota berharap ada payung hukum terkait cagar budaya dengan berbentuk Peraturan Walikota (Perwali) atau Peraturan Daerah (Perda).

Menurut Agus, dengan adanya penetapan tersebut, bangunan milik pemerintah atau milik perorangan itu tidak dapat dilakukan perubahan apabila sudah tercatat.

Abdi Asmara, Ketua Komisi C yang membidangi Pembangunan mengaku, menyambut baik aspirasi para pemerhati cagar budaya kota Makassar. Menurutnya, ada beberapa aturan yang harus dibuat terkait hal legislasi, seperti Perwali dan Perda yang sangat berkaitan dengan heritage ini.

“Kenapa ini dilakukan karena ini untuk anak dan cucu kita agar mengetahui bangunan-bangunan sejarah di kota Makassar. Saya kira hari ini adalah pertemuan atau audience yang sangat luar biasa,” kata Abdi.(andi)

Pos terkait