INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar memberikan sinyal proses belajar mengajar tatap muka di Kota Makasaar, utamanya daerah kepulauan dan masuk zona hijau dari penyebaran Covid-19.
Hal itu disampaikan langsung oleh Plt Kadis Disdik Irwan Bangsawan. Kebijakan itu diambil setelah melakukan peninjauan kondisi sekolah-sekolah yang berada di pulau. Dan hasilnya, sekolah-sekolah tersebut memungkinkan untuk melakukan proses belajar mengajar tatap muka.
“Kemarin saya ke pulau-pulau, pulau Kodingareng, Barrang Caddi, Bonetambu, itu semua daerah-daerah hijau di sana, nah ini yang barang kali dilakukan (sekolah tatap muka) di pulau dulu. Tapi saya pikir melaporkan ke bapak Wali Kota untuk wilayah uji coba,” tutur Irwan, Kamis (17/9/2020).
Menurutnya cukup beralasan, selain keterbatasan jaringan menyebabkan belajar secara daring lu tidak efektif juga daerah tersebut tidak dalam zona merah.
Lebih jauh, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar itu juga menuturkan, jika sekolah-sekolah yang ada di wilayah kota Makassar tidak menutup kemungkinan juga akan mulai diadakan proses belajar tatap muka.
“Kita akan koordinasi dengan sekolah. Sekolah tidak boleh memutuskan. Tapi kita akan lihat kondisinya, kalau misalnya memungkin akan kita lakukan, tapi kita harus hati-hati, sekali lagi saya akan lapor ke pak wali, dia memutuskan dibuka atau tidak,” ungkapnya.
Perihal mekanismenya nanti, sekolah-sekolah yang akan mulai dibuka harus betul-betul memperhatikan protokol kesehatan. Seperti memakai masker dan tempat mencuci tangan harus tersedia, termasuk pengaturan rombongan belajar (Rombel) dalam kelas harus diatur.
“Dalam kelas siswa itu ada sekitar 30 siswa, bisa melakukan shift 3 kali. 1 kelas itu 10 orang dengan protokol Covid. Kemudian mereka tidak sampai seperti hari-hari biasa belajar, mereka belajar hanya sampai 3 jam atau 2 jam 3 jam 4 jam begitu, nanti diselang seling nantinya, tergantung dari kondisi sekolah masing-masing,” pungkas Irwan.
Menanggap hal tersebut, Ketua Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar Wahab Tahir mengatakan, kebajikan itu sah-sah saja dilakukan akan tetapi harus melalui kajian yang mendalam.
“Kami menyarankan Disdik berkoordinasi dengan satgas Covid-19 Makassar, dengan IDI, dengan Persatuan Rumah Sakit (RS) Indonesia. Ini penting karena sebelum mengambil keputusan semua harus dipertimbangkan dan dipikirkan matang-matang,” pinta Wahab.
Saat ini ada enam kecamatan di Kota Makassar yang masih masuk episentrum penyebaran Covid-19, sehingga pembukaan kembali proses belajar mengajar harus dipikirkan matang-matang.
“Posisi DPRD tidak dalam posisi menyarankan atau melarang. Kalau mau dibuka kami mohon dipertimbangkan dan berkoordinasi dengan baik dengan stakeholder agar kita bisa meminimalkan semua resiko yang kemungkinan bisa terjadi,” tegas legislator Golkar itu. (andi)





