Pilkada Diminta untuk Ditunda, ARA: Appi-Rahman Konsisten Tangani Covid-19

Calon Walikota Makassar Munafri Arifuddin didampingi Ketua dan Sekretaris DPC Partai Demokrat Adi Rasyid Ali (kanan) dan Abdi Asmara (kiri)(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Sejumlah pihak meminta agar jadwal pelaksanaan pilkada ditinjau ulang. Permintaan penundaan itu cukup berasalan, dari faktor kemanusiaan dan keselamatan akibat pandemi Covid-19 belum mereda.

Tak hanya itu, penyelenggara Pilkada dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU), diketahui berada dalam pusaran covid-19. Hal itu terungkap setelah Ketua KPU RI dan Sulsel terpapar Covid-19.

Bacaan Lainnya

Saat ini Arief sedang melakukan isolasi mandiri di rumah dinasnya. Sementara Ketua KPU Susel Faisal Amir beserta istrinya kini menjalani perawatan di RS Wahidin Sudirohusodo.

Sebelumnya, Kopel Indonesia juga mencatat, dari data KPU per 10 September 2020, sebanyak 60 bakal calon dan wakil kepala daerah serta 96 petugas di Boyolali terpapar Covid-19.

“Kemarin Ketua KPU RI juga terpapar. Sebelumnya dia melakukan perjalanan ke Kota Makassar untuk menghadiri kegiatan konsolidasi KPU 12 Kabupaten/Kota se- Sulsel. Hari ini juga Ketua KPU Sulsel juga dinyatakan positif terpapar Covid-19,” ungkap Direktur Kopel Indonesia, Anwar Razak kepada Infosulsel.com, Sabtu (19/9/2020).

“Tidak menutup kemungkinan sejumlah anggota KPUD di Sulsel juga terjangkit karna berada satu forum dengan Ketua KPU Arif Budiman dan Ketua KPU Sulsel Faisal Amir,” tandas Anwar lugas.

Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin bahkan akan mengusulkan penundaan Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Makassar apabila pasangan calon (Paslon) melakukan pelanggaran protokol kesehatan pada setiap tahapan berlangsung.

“Pemerintah pusat mengizinkan digelar Pilkada, tapi dengan syarat tidak mengancam kesehatan dan ekonomi masyarakat. Jika pada saat proses pelaksanaannya ternyata mengancam keselamatan warga, bisa saja kita mengusulkan untuk dilakukan penundaan,” ungkap Rudy di Posko Induk Gugus Tugas Kota Makassar, jalan Nikel Raya, Sabtu (19/9/2020).

Merespon pernyataan Pj Walikota, Ketua DPC Demokrat Makassar Adi Rasyid Ali menyampaikan, perlu penegasan dan regulasi jelas terhadap Paslon yang tak mengindahkan protokol kesehatan dalam setiap kegitan sosialisasi berlangsung.

“Memang kita harus tegas kalau ternyata paslon tidak peduli dengan persoalan Covid-19 maka bisa saja ditunda,” kata ARA sapaan Wakil Ketua DPRD Makassar, Senin (21/9/2020).

ARA yang juga didaulat sebagai Panglima Sekber Partai Koalisi bakal pasangan calon (bapaslon) Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Munafri Arifuddin – Rahman bando (Appi-Rahman), menegaskan, sejak awal jagoannya itu fokus dalam menanggulangi Covid-19 khususnya di Makassar. Kerja-kerja nyata pasangan berjargon Makassar Bangkit ini terlihat dari program yang digagasnya.

Mulai dari pembentukan Duta Sehat dan Satgas Kesehatan Covid-19, serta Wisma Isolasi Mandiri sebagai upaya untuk ikut berkontribusi dalam rangka mengedukasi dan menyosialisasikan masyarakat terkait cara pencegahan penularan virus Corona.

“Makanya pasangan Appi-Rahman selalu konsisten dalam penanggulangan Covid-19. Itu bisa dilihat dari visi misinya dalam penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Dengan membentuk duta sehat, membagikan masker dan menyiapkan hotel untuk isolasi mandiri bagi positif Covid-19,” jelas Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulsel. (andi)

Pos terkait