Donald Trump Tawarkan Stimulus, Ini Tanggapan Pengamat

  • Whatsapp

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan setuju untuk menambah lebih tinggi dari 1,8 triliun dolar AS stimulus virus corona yang ditawarkan Gedung Putih untuk mencapai kesepakatan.

Karena ucapannya tersebut, emas berjangka sedikit menguat pada akhir perdagangan, Kamis (Jumat pagi WITA).

Diketahui, pada Rabu (14/10/2020), e​​mas berjangka bertambah 12,7 dolar AS atau 0,67 persen menjadi 1.907,30 dolar AS, setelah anjlok 34,3 dolar AS atau 1,78 persen menjadi 1.894,60 dolar AS pada Selasa (13/10/2020), dan terkerek 2,7 dolar AS atau 0,14 persen menjadi 1.928,90 dolar AS pada Senin (12/10/2020).

Pakar Ekonomi Unismuh, Abdul Muttalib Hamid mengatakan bahwa Donald Trump  pernah mengatakan akan mengambil langkah-langkah “utama” untuk meredam dampak virus corona terhadap perekonomian dan akan membahas pemotongan pajak gaji dengan kongres dari partai Republikan dan tentu saja membuat para ekonom dan birokrat Amerika kaget karena berkaitan penurunan kesejahteraan mereka.

“Tetapi rencana pemberian stimulus fiskal tersebut membuat dolar kembali terangkat. Hal ini tercermin dari indeks dolar yang kembali menguat 0,5 persen pada hari ini, Jumat (16/10/2020). Dolar yang menguat membuat harga emas yang dibanderol dalam mata uang tersebut jadi lebih mahal untuk pemegang mata uang lain dan bisa menurunkan selera pembelian emas,” ujarnya kepada INFOSULSEL.

Namun, penguatan harga emas ini sedikit tertahan karena adanya kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lain.

“Harapan baru pembicaraan stimulus karena Presiden AS terus mendorong untuk menyelesaikan kesepakatan dan emas mengabaikan kekuatan dolar AS. Itulah sebabnya Trump setuju untuk memberikan persetujuannya jika ada kenaikan plafon stimulus penanganan dampak Covid-19 dari usulan semula sebesar USD 1,8 triliun,” bebernya. (Lang/andi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan