Ini Makna Sumpah Pemuda Bagi Pengamat Pendidikan UNM

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM), Ridwan Tikolla menuturkan, Hari Sumpah Pemuda (HSP) 2020 harus dijadikan momentum untuk “BERSATU DAN BANGKIT” sejalan dengan tema yang ditetapkan Pemerintah dalam menghadapi berbagai masalah bangsa saat ini.

“Persatuan tersebut akan timbul jika ada kesamaan rasa antara pemimpin dengan rakyat dalam menghadapi keadaan. Kesamaan rasa itu terwujud dalam sikap dan perilaku para pemimpin,” kata Ridwan Tikolla kepada infosulsel.com, Rabu (28/10/2020).

Bacaan Lainnya

“Sebagai contoh saat rakyat mengalami keterbatasan dalam hal ekonomi, para pemimpin harus mampu menahan diri untuk tidak pamer keberadaan yang menunjukkan tidak merasakan apa yang dialami oleh rakyat,” sambungnya.

Lebih lanjut, Riko sapaan akrab Ridwan Tikolla memandang pemuda harus memiliki jiwa persatuan dengan para pendahulu melalui komunikasi saling memahami.

“Para pemuda memahami pola pikir pendahulu yang muncul dari pengalamannya, para pendahulu memahami pola pikir pemuda yang timbul dari idealismenya,” ucap Ridwan.

Riko menyebut, hal paling penting menumbuhkan persatuan dan kebangkitan bangsa harus banyak mempelajari perjuangan pendahulu. Sebab, masa depan bangsa terletak pada peran pemuda.

Menurutnya, sumpah pemuda dapat dijadikan sebagai momentum untuk meneguhkan kembali peran pemuda sebagai generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di negeri ini. Untuk itu, ia mengajak sejenak kembali merefleksikan bagaimana peran pemuda.

“Hal yang paling penting dalam menumbuhkan persatuan dan kebangkitan adalah nasionalisme pendahulu dan terutama para pemuda. Karena bangsa ini akan menjadi ‘milik’ para pemuda yang ada pada saat ini,” pungkasnya. (andi)

Pos terkait