Lahan Parkir RSUD Daya Diduga Jadi Lahan Pungli

  • Whatsapp
ILUSTRASI. Preman kelola parkir.

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –— Lahan parkir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya diduga jadi lahan pungutan liar (Pungli). Pelakunya diduga orang dalam bekerja sama preman setempat.

Pelaksana Harian (Plh) Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya, drg Hasni MARS yang dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui masalah tersebut. Alasannya karena ia baru menjabat. Ia meggantikan dr Ardin Sani yang dicopot akhir Juni 2020 lalu karena mengizinkan jenazah pasien positif covid-19 diambil keluarga pada Sabtu (27/6).

‘’Wah, kalau soal parkir, saya tidak tahu. Saya ini baru menjabat,” kilah drg Hasni saat ditemui INFOSULSEL.COM belum lama ini.

Sebelumnya lahan parkir di rumah sakit tersebut dikelolah oleh PT Auto Parking Indonesia. Menurut drg Hasni, setiap bulan perusahaan tersebut wajib menyetor Rp 12 juta.

‘’Itu sesuai perjanjian kontrak dengan pihak pengelola RSUD Daya. Masa berakhirnya kalau tidak salah 30 September 2020 ini,” katanya.

Namun sebelum masa kontrak kerjasama itu berakhir pada awal 2020 perusahaan parkir yang berkantor pusat di Jalan Mingakabau No 8 Pasar Minggu Seitiabudi, Jakarta itu menghentikan pengeloaan parkir. Alasannya, pendapatan mereka menurun dan tak mampu memenuhi kewajibannya.

‘’Sejak Januari sampai September mereka tidak pernah lagi menyetor. Seharusnya, sesuai kontrak kerjasama dengan RSUD Daya, Auto Parking wajib menyetor sampai September. Kami menganggap mereka masih berutang. Itu akan kami tagih terus,” kata Syahrir,  Kabag Umum RSUD Daya saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (8/10/2020).

Sebelum angkat kaki dari lahan parkir RSUD Daya kabarnya PT Auto parking pada April 2020 lalu pernah mengajukan keringanan penyetoran dari Rp 12 juta menjadi hanya Rp 5 juta.  Alasannya, pendapatan parkir berkurang akibat dampak pandemi Covid-19. Saat itu Dirut RSUD daya masih dijabat oleh dr Ardin Sani.

Entah dikabulkan atau tidak. Yang pasti Auto Parking tak lagi beroperasi. Pada awal Juni 2020 mereka resmi mundur sebelum masa kontrak kerjasama berkahir September 2020. Penyampaian tak melanjutkan kerjasama tersebut melalui surat yang mereka kirim ke pihak RSUD Daya.

Nah sejak saat itu pengelolaan parkir diambil alih dan dikelolah secara ilegal. Menurut sumber INFOSULSEL.COM pengelolanya oknum preman berinisil IND. Konon ia bekerja sama dengan orang dalam RSUD Daya.

Pos terkait