Lahan Parkir RSUD Daya Diduga Jadi Lahan Pungli

  • Whatsapp
ILUSTRASI. Preman kelola parkir.
RSUD Daya, Makassar.(IST)

Sumber yang tak mau disebut identitasnya itu menyebut oknum orang dalam yang dimaksud adalah NWR. Ia salah satu staf bagian umum.

Sejak lahan parkir dikelola secara ilegal, sejak saat itu pula pendapatan parkir tak pernah disetor ke bagian keuangan RSUD Daya.

‘’Kalau tidak disetor ke bagian keuangan, lalu hasil parkir itu dikemanakan? Ini berarti pungli dong,” sebut sumber tersebut.

Syahrir yang dikonfirmasi mengaku NWR memang adalah stafnya. Ia pegawai yang sudah lama bertugas di RSUD Daya. Namun Syahrir membantah jika lahan parkir di RSUD Daya dikelola oleh oknum preman.

‘’Tidak benar itu. Sejak Auto Parking mundur, parkir di RSUD Daya free. Kami sudah berkoordinasi dengan Satpol PP dan Security untuk menjaga agar tidak ada pembayaran parkir,’’ kilah Syahrir.

Namun sumber INFOSULSEL.COM membantah pernyataan Syahrir yang menyatakan parkir di RSUD Daya saat ini tidak dipungut bayaran alias free.

”Tetap bayar,” katanya singkat.

Malah, sumber itu mengungkapkan setiap sore IND, oknum preman yang tenaganya dimanfaatkan oleh pihak Auto Parking saat masih mengelola parkir di RSUD Daya, tiap sore datang mengambil setoran.

Akibat carut marut dan disorotinya dugaan pungli pengelolaan parkir di RSUD Daya, drg Hasni mengaku dibuat pusing. Sebab  ia harus bolak-balik ke kantor Walikota Makassar hanya untuk berkonsultasi terkait payung hukum yang mengatur kontrak kerjasama jangka panjang dengan pihak swasta ke Bagian Perekonomian dan Kerjasama dan Bagian Hukum Pemkot Makassar. Belum lagi ia harus menjalani pemeriksaan di Inspektorat Pemkot Makassar.

Kepala Inspektorat Pemkot Makassar Zainal Ibrahim yang hendak dikonfirmasi terkait pemeriksaan Plh Dirut RSUD Daya belum memberikan jawaban. Pesan yang dikirim melalui WhatsApp (WA) sejak Jumat (9/10/2020) tak dijawab. Ia juga tak menjawab saat dihubungi melalui telepon selulernya.(riel)

ILUSTRASI. Pungli di lahan parkir.

Pos terkait