Polisi Segera Gelar Perkara Kasus Dugaan Politik Uang Danny Pomanto

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Kasus dugaan pelanggaran pemilu yang dialamatkan ke pasangan Moh Ramdhan Pomanto – Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma), saat ini telah masuk tahap pemeriksaan saksi-saksi.

Danny sapaan akrab Moh Ramdhan Pomanto itu diketahui telah menjalani pemeriksaan sebagai terlapor pada Senin (19/10/2020) lalu.

Bacaan Lainnya

Humas Polrestabes Makassar, Kompol Supriady Idrus yang dikonfirmasi mengatakan, setelah pemeriksaan dilakukan terhadap terlapor, lanjut pihaknya melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

“Ini pemeriksaan berjalan terus. Saksi-saksi yang habis diperiksa Bawaslu kota, itu diperiksa kembali di Polrestabes Makassar, itu 10 saksi,” jelasnya melalui sambungan telepon, Rabu (28/10/2020).

Edy mengatakan, pemeriksaan berlangsung selama 14 hari, terhitung sejak masuknya laporan dari Bawaslu Kota Makassar sebagai pelapor untuk kemudian dilakukan gelar perkara.

“Ini kasus 14 hari setelah diserahkan dari Bawaslu Kota. Hasil pemeriksaannya semua akan digelar perkarakan, tunggu saja,” imbuhnya belum memastikan jadwal gelar perkara.

Jika merujuk pada 14 hari pemeriksaan yang dilakukan Polrestabes Makassar sejak laporan Bawaslu pasa Senin (13/10/2020) lalu. Maka, hari ini pemeriksaan kasus tersebut harusnya telah selesai dan siap digelar perkarakan.

Lebih lanjut, Edy menanggapi soal pernyataan Jubir ADAMA yang menyebut pihak kepolisian melakukan pemaksaan terhadap seorang warga untuk menandatangani surat yang berkaitan dengan proses hukum pilkada yang menghubungkan tim ADAMA.

Kompol Edy menegaskan sikap kepolisian tetap patuh terhadap proses penyidikin sesuai hukum yang ada. Menurut dia, tudingan yang dilontarkan Jubir ADAMA tidak berdasar.

“Dimana saat itu diperiksa itu orang, siapa diperiksa, memeriksa siapa? harus jelas semua itu,” tanggapnya.

“Jadi begini saja intinya. Apabila ada yang merasa keberatan dengan kasus ini, silahkan melapor. Silahkan ajukan, siapa yang periksa, dimana diperiksa. Kalau seperti itukan mesti didalami lagi. Kita lidiki. Tapi kalau ada merasa keberatan silahkan melapor,” tegasnya.

Sebelumnya, beredar video, Jubir ADAMA, Aloq Natsir menuding pihak kepolisian melakukan pemaksaan terhadap seorang warga untuk menandatangani surat yang berkaitan dengan proses hukum pilkada yang menghubungkan tim ADAMA.

“Saya ingin menceritakan bahwa beberapa saat tadi telah terjadi pemaksaan oleh pihak kepolisian terhadap oknum warga itu untuk menandatangani surat yang berkaitan dengan proses hukum pilkada yang menghubungkan tim ADAMA,” kata Aloq Natsir dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial.

“Ini sesungguhnya adalah apresiasi kita terhadap oknum warga itu karena datang dengan ikhlas melaporkan ke kita. Bahwa apa yang ditandatangani itu cukup merugikan tim ADAMA, sehingga kami memaknai bahwa hal ini ada upaya-upaya pihak untuk kami melanggar proses hukum pilkada yang sifatnya, terencana, tersistematis dan massif,” sambungnya.

Oleh karena itu, masih dalam video tersebut, pihaknya berharap untuk semua pendukung ADAMA agar berhati-hati demi mewujudkan pilkada yang damai di Kota Makassar. (andi)

Pos terkait