Indonesia Masuki Resesi, Nurdin Abdullah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Positif

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III Tahun 2020 minus 3,49% year on year (yoy). Performa ini sekaligus menandai ekonomi Sulawesi Selatan juga mengalami penurunan 1,08% yoy.

Menanggapi hal ini, Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah, optimistis pertumbuhan ekonomi Sulsel tetap positif. Dia yakin Sulsel dapat melewati masa resesi ini, bahkan bisa memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi yang positif bagi Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Saya kira kita optimis. Ini bukan hanya Sulsel, bukan hanya Indonesia, tapi semua negara mengalami kontraksi yang cukup kuat,” kata Nurdin, Jumat (6/11/2020).

Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini menjelaskan jika meski pada kuartal ke III ekonomi Sulsel mengalami penurunan, namun jika dibandingkan pada kuartal II, ekonomi daerah Sulsel tumbuh 8,18 persen.

“Maka kecepatan pemulihan ekonomi di triwulan III untuk Sulsel jauh lebih cepat dibandingkan secara rata-rata nasional. Meski resesi, pemulihan ekonomi dan perekonomian sudah mulai terlihat,” jelasnya.

Dia menyebut, pertumbuhan ekonomi Sulsel ini bisa memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi yang positif bagi Indonesia. Hal ini pun diharapkan berlanjut di triwulan IV.

Menurut Nurdin, dari krisis ke krisis Sulsel selalu mempunyai daya tahan tersendiri karena unggul di sektor pangan dalam hal ini pertanian. Jadi meskipun saat ini Indonesia mengalami resesi, Nurdin tetap yakin Sulsel bisa beri kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saya kira kita tidak usah pesimis, kita optimistis, bukan hanya Sulsel dan Indonesia. Semua negara mengalami kontraksi yang cukup kuat, makanya kita bersyukur sebagai negara agraris. Karena tidak ada satupun manusia di dunia yang menunda makan,” imbuhnya. (ani)

Pos terkait