INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Selatan melepaskan 10 truk bantuan korban gempa di Kabupaten Majene dan Mamuju Sulawesi Barat.
Pelepasan bantuan ini digelar pada Senin 18 Januari 2020 di Kantor Aksi Cepat Tanggap Sulsel jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar. Bantuan ini terdiri dari kebutuhan pokok seperti beras, minyak, air dan gula.
“Untuk saat ini per hari Senin 18 Januari 2021 kita akan mengirim 10 truk bantuan logistik di mana disini ada gula, beras, air mineral, sarden dan tentu ini saya rasa sangat bermanfaat bagi mereka,” kata Marketing Communication ACT Sulsel, Nurmansyah kepada INFOSULSEL.COM, Senin (18/1/2021).
“Dari 10 truk ini ada sekitar 17,5 ton. Setelah persiapan, insya Allah sesudah magrib berangkat,” tambahnya.
Selain logistik, Nur menyebut tim ACT juga telah mengerahkan relawan medis dan membawa beberapa paket obat-obatan untuk keperluan korban.
“Sejak dua hari pasca gempa kita sudah support juga tim medis. Jadi kita kirim tim relawan medis kita di sana. Kebetulan ada beberapa posko di sana. Jadi, tim medis di sana memang sangat membutuhkan support tim medis.”
“Tadi juga sudah dikirim beberapa obat-obatan terhadap pemberangkatan relawan jadi kita ikutkan pelayanan medis seperti obat-obatan,” terangnya.
Nur juga mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada donator yang telah mempercayakan ACT sebagai wadah penyalur bantuan gempa di Sulbar.
“Dari donatur sendiri Alhamdulillah, ada beberapa donasi baik itu berupa barang atau pun uang tunai yang dipercayakan kepada ACT untuk dibelikan langsung berupa barang,” ucapnya.
Kata Nur, selain paket sembako, saat ini yang sangat dibutuhkan adalah obata-obatan. Sebab, obat-obatan di lokasi sangat terbatas.
“Informasi juga di sana itu sudah krisis emergency, tentu protokol kesehatan di sana agak sulit. Karena tidak ada masker, obat-obatan juga terbatas. Jadi ini sangat dibutuhkan dari sahabat-sahabat yang ingin berdonasi dari kesehatan juga tentunya,” tutupnya.
Hingga kini, bencana alam yang melanda Kabupaten Majene dan Bulukumba Sulawesi Barat sedikitnya sudah ada 84 orang terkonfirmasi meninggal dunia dan 18 orang yang selamat. (andi)





