INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Sebanyak 686 korban gempa bumi di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) dievakuasi ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban dievakuasi melalui Pesawat TNI AD.
“Adapun jumlah pengungsi yang telah tiba melalui Lanud Hasanuddin sampai 19 Januari 2021 sebanyak 686 orang. Ini kita lagi buka Asrama Haji. Tapi sebagian sudah dijemput pihak keluarga,” kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam keterangan tertulisnya yang diterima INFOSULSEL.COM, Rabu (20/1/2021).
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan telah menyiapkan tiga lokasi penampungan untuk korban gempa Mamuju dan Majene, yaitu Asrama Haji, UPT Inang Mamutu dan Swiss Bell.
Lebih lanjut, mantan bupati Bantaeng dua periode ini merincikan khusus di UPT Inang Mamuju sendiri diisi oleh korban yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur sebanyak 82 orang, yang rencananya akan dipulangkan pada Kamis (21/1/2021) besok.
“Hari ini di Asrama Haji maupun di UPT Inang Mamutu ini ada kurang 82 orang itu berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Insya Allah besok, kita akan siapin pesawat untuk mereka bisa kembali ke Surabaya dan Solo. Semua atas tanggungan provinsi.”
“Jadi kalau mereka bisa kembali ke kampung bertemu dengan keluarga mungkin trauma itu bisa terobati dan saya sudah berdiskusi dengan semuanya para saudara-saudara kita yang ada di Mamuju, sebenarnya mereka punya rumah juga di Jawa Timur maupun di Jawa Tengah,” jelas Nurdin.
Diungkapkan Nurdin, segala biaya pemulangan korban akan ditanggung oleh pemerintah provinsi Sulsel. Selain itu, rencana pemulangan tersebut, menurut Nurdin, adalah upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menanggulangi membludaknya tempat penampungan. Mengingat para pengungsi lainnya masih akan terus berdatangan ke Makassar.
“Jadi insya Allah, ini kita akan persiapkan keberangkatan untuk menuju kembali daerah asalnya. Insya Allah besok paling lambat. Karena, kita tidak menutup kemungkinan bakal ada lagi saudara-saudara kita dari Mamuju yang akan masuk di Makassar. Sehingga gedung ini akan kita gunakan untuk mereka lagi.”
“Jadi pemerintah provinsi hadir untuk menangani seluruh saudara-saudara kita yang hijrah ke Makassar,” pungkas Nurdin. (andi)





