Ia menambahkan, dalam pertemuan tersebut mereka saling menguatkan. Tinggal ujungnya yang belum diketahui bakal bermuara seperti apa.
“Saya bilang, bagus itu, kita saling dukung,” ujarnya.
Pada intinya menurut IAS, tugas pokok pimpinan, bagaimana ke depannya partai Demokrat di Sulawesi Selatan lebih baik dan mampu meraup kemenangan yang lebih besar di Pemilu 2024 mendatang.
“Kita mau membawa partai Demokrat di Pemilu 2024 bisa lebih baik lagi. Paling tidak kita berharap mudah-mudahan menjadi pemenang pemilu di Sulsel,” katanya.
Menurutnya, jika melihat perjalanan partai Demokrat selama 13 tahun, potensi itu sangat memungkinkan.
“Jika dipercaya dan diberi kesempatan saya siap mewakafkan diri untuk mengabdi demi kepentingan partai,” ucap IAS.
Menurutnya membangun kembali Demokrat di Sulsel bukanlah hal yang sulit. Ia menceritakan, pada Pemilu 2014 kondisi Partai Demokrat sudah baik. Sayangnya IAS hars diperhadapkan dengan masalah hukum. Hingga akhirnya ia harus mendekam di balik jeruji besi karena kasus korupsi.
“Pokoknya kita saling dukung. Saya siap mewakafkan diri, jiwa dan raga untuk partai Demokrat. Karena perjalanan yang lalu tidak sempat tuntas karena ada masalah,” katanya.





