INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Proyek pembangunan pedestrian Metro Tanjung Bunga Kota Makassar terancam mangkrak. Padahal, proyek tersebut, telah menelan anggaran ratusan milliar.
Tidak adanya lampu hijau dari pemerintah kota Makassar, sehingga proyek tersebut terancam mangkrak. Sementara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sendiri berharap pedestrian yang digadang-gadang akan menjadi ikon baru kota Makassar itu bisa tetap berlanjut.
Menaggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar Fasruddin Rusli tak ingin sesumbar terkait rencana kelanjutan tersebut. Ia mengisyaratkan adanya koordinasi lanjutan kota dan provinsi agar proyek tersebut tidak terbengkalai.
“Harapan kita semoga bisa tetap berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, karena ini adalah salah satu ikon kota Makassar, sehingga kami juga bangga kalau ada jalan pedestarian yang sangat besar. Ini merupakan salah satu simbol kemajuan bahwa kota Makassar punya jalan besar, layaknya Jakarta punya Jalan Sudirman, Makassar punya Metro Tanjung,” ujar Acil sapaannya.
Legislator PPP ini mengatakan masih akan melihat kebijakan pemerintah ke depannya pasalnya kebijakan tersebut tetap berada di tangan Walikota Makassar dan Plt Gubernur Sulsel.
“Sebenarnya ini tergantung pak Wali, kalau misalkan dia mau berkoordinasi dengan provinsi pasti akan jalan, tapi kita lihat saja ke depan. Pak Gub kan dapat masalah, sehingga jadinya pasti akan terganggu, kita lihat saja nanti kebijakannya bagaimana,” tandas Acil.
Sementara itu, kelanjutan proyek pedestarian di tingkat kota tak mendapatkan lampu hijau terungkap setelah Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memutuskan akan mengalihkan anggaran tahap dua sebesar Rp210 tersebut ke penanganan Covid-19.
Anggota Komisi C lainnya Muchlis Misbah mengatakan keputusan walikota tersebut masih akan dibicarakan secara internal bersama komisi C, sebab anggaran yang dikucurkan cukup besar.
“Kalau kami di Komisi C harus rapat intern dulu, untuk putuskan itu. Jadi apapun keputusan wali kota kami menanggapinya secara utuh melalui rapat intern komisi C, ” jelasnya.
Muchlis menambahkan rencana pembahasan belum ditentukam pihaknya hanya saja dia memastikan akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Bulan ini sebenarnya, karena sudah dibamuskan itu,” ujar anggota Fraksi Nurani Indonesia Bangkit Tersebut.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyatakan, tidak akan melanjutkan proyek tersebut, karena akan fokus pada pandemi covid-19. Artinya, anggaran pembangunan pedestrian akan dialihkan ke penanganan covid-19.
“Kami tidak akan melanjutkan proyek Metro Tanjung Bunga. Anggaran itu akan kami pakai untuk penanganan Covid-19 yang selama ini jauh dari maksimal,” kata Danny, Senin, (1/3/2021).
Menurutnya, secara undang-undang tata negara, alas hukum proyek pembangunan pedestrian itu tidak sah.
“Tidak boleh dianggap itu sah dan kami ambil kembali tapi kami akan menghadap ke pak Wagub untuk menyampaikan itu sebagai tata cara etika birokrat,” lanjut Danny.
Meski demikian, Danny masih membuka ruang jalan tersebut bisa tetap berlanjut.
“Kalau memang pemerintah provinsi berminat dengan itu sama dengan jalan Rapppcini dulu kota punya kemudian pemerintah provinsi berminat, ya, silahkan, yang penting cepat diaspal supaya masyarakat tidak lama menderita karena lubang-lubang,” tutup Danny. (andi)





