Walau berada di luar dari delapan besar, atlet kelahiran Makassar, 13 Oktober 2000 ini berhasil memperbaiki peringkat dari peringkat 22 menjadi peringkat 11. Hal itu ia lakukan setelah IWF memberinya kesempatan memperbaiki peringkatnya dengan mengambil bagian pada World Junior Championship 2020 di Tashkent, Mei lalu. Kejuaraan ini merupakan kualifikasi terakhir cabor angkat besi.
Nama Rahmat Erwin Abdullah mulai dikenal publik setelah berhasil memecahkan rekor di Kejuaraan Angkat Besi Junior pada Oktober 2019. Saat itu putra semata wayang pasangan lifter Indonesia, Erwin Abdullah dan Ami Asun Budiono ini berhasil menorehkan total angkatan 326 kilogram dengan rincian 147 kilogram snatch dan 179 kilogram clean and jerk.
Untuk diketahui, ayah Rahmat, Erwin Abdullah, adalah seorang lifter peraih medali perak Asian Games 2002. Ini merupakan prestasi tertingginya. Begitu juga dengan sang ibu, Ami. Ia juga seorang lifter yang pernah menyabet medali emas SEA Games 1995 di Chiang Mai, Thaliland.
Prestasi berikutnya SEA Games 2019 di Filipina. Rahmat meraih medali emas lewat nomor 73 kg pada angkatan clean & jerk dengan total angkatan 322 kg. Saat itu Rahmat mengalahkan lifer Vietnam, Pham Anh Tuan, dengan total angkatan 304 kg.
Di Olimpiade Tokyo, Rahmat kemba,li menjadi salah satu tumpuan Indonesia meraih medali. Di ajang ini Indonesia mengirimkan lima lifter. Mereka adalah Windy Cantika Aisah dan Eko Yuli Irawan. Keduanya sudah lebih dulu bermain dan berhasil meraih medali pada pertandingan yang dilaksanakan pada Sabtu (24/07/2021) dan Minggu (25/07/2021). Sedangkan Deni gagal mendapatkan medalinya setelah hanya finish di posisi ke-9.
Windy meraih medali perunggu di nomor 49kg, sementara Eko Yuli merebut medali perak di nomor 61kg. Pada Rabu (28/07/2021) besok, Rahmat yang akan turun di nomor 73 kg akan berjuang untuk meraih medali. (riel)






