ARA Ajak Generasi Muda Isi Kemerdekaan Dengan Pretasi

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR-— Segenap elemen di Sulawesi Selatan memperingati Hari Korban 40.000 jiwa, Sabtu (11/12/2021). Upacara digelar di halaman Museum Makam Pahlawan Korban 40.000 Jiwa, di Jalan Pongtiku, Kota Makassar. Plt Gubernur Sulsel Andi Sidirman Sulaiman bertindak jadi inspektur upacara.

Bagi Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Adi Rasyid Ali yang hadir mendampingi Plt Gubernur bersama Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dan pejabat Korfomoinda lainnya, peringatan ini tidak hanya bersifat seremonial semata, tetapi menjadi momentum untuk kembali membangkitkan nilai-nilai nasionalisme khususnya bagi generasi muda.

Bacaan Lainnya

“Banyak hal yang harus kita petik dari peringatan korban 40 jiwa. Salah satunya adalah Jasmerah (jangan pernah melupakan sejarah),” kata politisi yang akrab disapa ARA, ini.

Menurut Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar ini, begitu banyak pahlawan kusuma bangsa berguguran demi mempertahankan kedaulatan bangsa ini.

“Kita semua harus bersyukur bisa hidup di jaman sekarang. Coba kalu kita hidup di jaman mereka, begitu luar biasa penderitaan yang dihadapi. Oleh karna itu ayo, para generasi penerus bangsa mengisi kemerdekaan dengan prestasi,” tegas legislator DPRD Kota Makassar tiga periode, ini.

Ketua Pengda IOF Sulsel, Adi Rasyid Ali.(FOTO: SRI SYAHRIL)

Ia mengajak kepada generasi muda untuk
memaknai peristiwa ini tidak hanya sekadar sebagai sebuah tragedi sejarah saja melainkan sebagai spirit dan semangat perlawanan rakyat Sulsel.

“Spirit perlawanan dalam konteks kekinian, dapat diwujudkan dalam bentuk memperkokoh dan memperkuat persatuan, menjaga sikap nasionalisme, dan menghentikan segala pertikaian antar sesama,” katanya.

Seperti ARA, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman juga mengajak masyarakat Sulsel untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan.

“Tanpa pejuang veteran, kita tidak akan menikmati apa yang ada hari ini. Oleh karena itu kepada masyarakat Sulsel mari melanjutkan perjuangan para pejuang dengan membentengi diri saat ini dari serangan virus covid-19,” kata Sudirman Sulaiman.

Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto juga menyerukan agar tetap menjaga diri dari serangan covid-19.

“Perjuangan hari ini adalah perjuangan melawan pandemi. Terlebih saat ini kita bersiap menghadapi serangan varian baru covid-19. Olehnya itu menaati prokes adalah salah satu bentuk melanjutkan perjuangan,” tegas Danny.

Di akhir upacara di berikan bingkisan secara simbolis untuk para pejuang veteran atas dedikasinya dan usahanya dalam melawan penjajah di masanya.

Hari Korban 40.000 Jiwa diperingati setiap 11 Desember untuk mengenang pembantaian rakyat Sulawesi Selatan oleh serdadu Belanda dibawah pimpinan Kapten KNIL Reymond Paul Pierre Westerling.

Aksi brutal Belanda itu dimulai pada 11 Desember 1946 setelah Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Van Mook, memaklumkan keadaan darurat perang di sebagian besar daerah Sulawesi Selatan, meliputi kota praja Makassar, Afdeling Makassar, Bonthain (Bantaeng), Pare-Pare, dan Mandar.

Atas perintah Jenderal S. Poor, Panglima KNIL di Jakarta, maka Komandan KNIL di Sulawesi Selatan, Kolonel H.J. de Vries mengeluarkan surat perintah harian pada 11 Desember 1946 kepada seluruh jajaran tentara Belanda di bawah komandonya agar serentak menjalankan operasi pengamanan.(riel)

Pos terkait