Sementara itu Ketua KONI Kota Makassar Ahmad Susanto mengatakan tes fisik ini sebagai salah satu bentuk keseriusan pengurus lembaga yang dipimpinnya dalam mempersiapkan atlet berlaga pada pesta olahraga empat tahunan se-Sulsel.
‘’Termasuk menggandeng UNM dalam mempersiapkan atlet melalui tes fisik. Apalagi target Makassar tidak hanya sekadar juara umum,” katanya.
‘’Selain juara umum, target lainnya memecahkan rekor di sejumlah nomor pertandingan. Bahkan kalau bisa ada rekor nasional tercipta di Porprov nanti,’’ tambah Daeng Buang, sapaan karinya.
Alasan lain KONI Makassar bekerja sama UNM, agar kualitas atlet Makassar bisa jauh lebih baik dibanding Porda sebelumnya.
Pada Porprov kali ini Makassar mengikuti 32 cabor dengan kekuatan 534 atlet. Jumlah ini meningkat lebih 200 atlet dibanding Porda Pinrang. Ini belum termasuk jumlah pelatih, mekanik dan dan official.
Target mengejar medali emas di Sinjai-Bulukumba juga makin besar. Ahmad Susanto menyebut minimal 156 medali emas. Jumlah tersebut sesuai perolehan medali pada Pra Porprov yang diikuti 32 cabor.
Target tersebut jauh lebih banyak dibanding perolehan medali di Porda Pinrang 2018 lalu. Saat itu atlet Makassar membawa pulang 103 emas, 76 perak dan 67 perunggu. UNM juga dipilih karena memiliki peralatan yang cukup lengkap. Apalagi ditunjang tenaga pengajar uang mumpuni.(riel)





