Pelaku Pencabulan Anak Kecil Dimassa, Untung tidak Mati Diamuk Warga

Pelaku terduga pencabulan anak di bawah umur dianankan polisi usai diamuk warga.

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Seorang lelaki berusia 65 tahun nyaris tewas diamuk massa. Untung polisi cepat datang selamagtkan pelaku. Andai polisi terlambat boleh jadi pelaku meregang nyawa.

Amuk massa ini terjadi bukan tanpa sebab. Persoalannya pun tidak sepele. Gegara lelaki tua ini melecehkan anak di bawah umur yang masih duduk di kelas 2 Sekolah Dasar (SD).

Peristiwa itu terjadi di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (3/2/2023). Korban dan pelaku masih bertetangga. Melati, sebut saja begitu nama korban. Ia melaporkan ulah cabul sang tetangga kepada ibunya. Bak disambar petir, Ros, sebut saja begitu nama sang ibu mendengar laporan gadis kecilnya. Ia pun tersulut emosi. Kabar pelecehan itu disampaikan ke keluarganya. Bak dikomando warga ramai-ramai mendatangi rumah terduga pelaku dengan penuh emosi. Jaraknya hanya beberapa langkah dari rumah korban.

AI, begitu inisial nama lelaki itu sedang duduk santai di rumahnya di Lontang’e, Jalan Ajatappareng, Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Soreang. Tanpa permisi puluhan warga langsung masuk ke rumah terduga pelaku. Lalu, terdengar suara bak….buk….bak…buk…. Warga tak memberi ampun. AI jadi bulan-bulanan. Ai diamuk tetangganya sendiri.

AI alias IS tak berkutik. ia pasrah diamuk massa. Video aksi massa itu pun sekejap beredar di media sosial. Termasuk sampai ke aparat kepolisian. Demi menghindari amuk massa yang lebih besar, anggota Polres Parepare dipimpin Kabag Ops Kompol Buhanuddin, bergegas ke TKP bersama anggotanya.

Polisi belum terlambat. Sebab korban amuk massa belum sampai kehilangan nyawa. Ia lalu diamankan dan digiring ke kantor Polres.  Tapi warga belum puas. Rumah terduga pelaku pelecehan itu pun jadi saran berikutnya.

Lurah Kampung Pisang, Kecamatan Soreang, Darlan Nurdin mengakui terjadinya peristiwa itu. “Kita dapat laporan seorang anak diduga dilecehkan oleh terduga pelaku. Sang anak melaporkan kejadian yang menimpa dirinya. Itu menyulut emosi keluarga dan warga sekitar,” terang Darlan dikutip Kompas.com, Jumat (3/2/2023).

“Kita tiba langsung mengamankan terduga pelaku dan diserahkan ke Satreskrim,” ungkap Kabag Ops Polres Parepare, Kompol Burhanuddin, usai memimpin penangkapan pelaku.

Sementara itu pihak Reskrim Polres Parepare, langsung melakukan penyelidikan terkait kejadian itu. “Kita masih melakukan penyelidikan dan menginterogasi terduga pelaku,” timpal Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Deki Marizaldi.(calu)

Pos terkait