Meski Berpuasa Atlet Tinju Makassar Tetap Berlatih Demi Meraih Prestasi di PON

Ketua Pengprov Pertina Sulsel Harpen Reza Ali saat memberikan arahan kepada atlet tinju Sulsel yang tengah menjalani pemusatan latihan di Sasana Hasanuddin, Makassar di Kodam XIV/Hsn.(FOTO: RIEL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR —– Meski sudah memasuki bulan Ramadhan, 12 atlet tinju Makassar yang terpilih masuk dalam skuad tim tinju Sulawesi Selatan (Sulsel) tetap aktif berlatih. Mereka fokus mempersiapkan diri menghadapi Babak Pra Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON)XXI Aceh – Sumut 2024.

“Memasuki bulan Ramadhan seluruh atlet tetap latihan. Meski ada libur dua hari namun atlet tetap fokus menjaga kondisi di rumah masing-masing. Tapi porsi dan intensitas latihan dikurangi,” jelas Ketua Pengkot Pertina Makassar, Muh Tawing, Kamis (23/3/2023).

Tawing mengaku bangga karena ada 12 atlet tinju binaanya dipanggil masuk mengikuti pemusatan latihan guna menghadapi babak pra kualifikasi PON. Pemusatan latihan ini berlangsung sejak 6 Maret lalu di Sasana Hasanuddin,. Kodam XIV Hasanuddin.

Pemusatan latihan berlangsung sampai atlet Oktober 2023. Para altel ini akan mengikuti dia seri Pra PON. Seri pertama di Solo, Jawa Tengah  pada Juni 2023 dan seri kedua berlangsunhg di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada September 2023 mendatang.

Pelatih tim tinju Makassar Dufri Masihor menambahkan latihan selama Ramadhan ini dilaksanakan enam kali seminggu dengan durasi latihan dua jam.

“Kalau sebelum Ramadhan kita latihan pagi hari selama tiga jam. Tapi selama bulan Ramadhan ini kita kurangi intensitasnya,” jelas mantan atlet tinju peraih medali emas SEA Games XI tahun 1997 ini.

Untuk diketahui, Pengprov Pertina Sulsel saat ini tengah menyeleksi 40 petinju melalui pemusatan latihan sejak 6 Maret.  ‘’Kami akan mencari 20 petinju terbaik yang akan menghadapi papab pra kualifikasi PON di Solo dan Kupang,’’ tambah Ketua Pengprov Pertina Sulsel Harpen Reza Ali, Kamis (23/3/2023).

Pemusatan latihan ini sama sekali tidak mendapat support anggaran dari Pemerintah Provinsi dan KONI Sulsel. ‘’Semua biaya murini dari Ketua Pertina Sulsel (Harpen Ali). Ini yang kami sesalkan. Karena  Pemprov dan KONI Sulsel sama sekali tidak ada perhatian,” tegas Sekum Pertina Sulsel Sri Syahril.

Sri Syahril bahkan menyesalkan sikap Ketua KONI Sulsel Yasir Machmud yang memang benar-benar tak punya kepedulian terhadap prestasi olahraga Sulsel. ‘’Jangankan menengok atlet yang sedang TC, jawab whatsapp (WA) saja ogah,’’ cetus Sri.(riel)

Pos terkait