INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –– Juru Bicara Panitia Khusus DPRD Kota Makassar, Arifin Dg Kulle menyampaikan dua rekomendasi ke Pemkot Makassar terhadap permasalahan yang terjadi di Kota Makassar.
Hal itu disampiakan politisi Partai Demokrat Kota Makassar ini pada rapat paripurna, Rabu (14/6/2023). Salah satunya masalah gelandangan dan pengemis (gepeng) serta anak jalanan (anjal) yang kian menjamur di sudut-sudut kota. Halmlain data BPU BPJS yang menjadi dasar penagihan oleh pihak BPJS
Arkul, begitu legilslator DPRD Kota Makassar ini kerap disapa mengatakan masalah anjal dianggap menjadi aib jalanan. Gelandangan, pengemis, pengamen, khusus di lampu merah dinilai masih menjadi keluhan.
‘’Ini berlangsung dari tahun ke tahun tanpa ada solusi dari Dinas Sosial (Dinsos). Kami sudah sampaikan ke Walikota agar disampaikan kepada dinas terkait,” cetus Arkul.
Dinas Sosial diminta untuk menyusun perencanaan yang baik dalam penanganan anjal, gepeng dan pengemis yag bertebaran di kota Makassar.
Sementara untuk permasalah BPJS, meski itu merupakan program nasional, namun masyarakat kecil masih banyak mengeluh karena kurangnya pelayanan di rumah sakit.
“Kami meminta Dinas Kesehatan untuk mendengarkan apa yang menjadi keluhan masyarakat,” tegas Arkul.
Tak hanya itu, sebagian masyarakat mengeluhkan jika BPJS-nya sudah tidak aktif lagi, padahal mereka orang kurang mampu. “Ini menjadi harapan kami bagaimana orang yang kurang mampu tetap dilayani dan Dinas Kesehatan harus mencarikan solusi,” ujar Arkul.(riel)





