Suplai Air Terganggu, DPRD Makassar Akan Panggil PDAM

Bantuan air bersih yang dilakukan salah satu Bacaleg DPRD Sulsel dari partai Demokrat yang maju di Dapil Sulsel 2, Harpen Reza Ali, SE.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR |Anggota Komisi B DPRD Makassar, Budi Hastuti menyoroti suplai air bersih PDAM Makassar di tengah krisis air saat ini.

“Nanti kami akan penggil manajemen PDAM untuk membahas masalah ini. Bagaimana mentaktisi semua hal yang terjadi di masyarakat,” kata Budi Hastuti kepada wartawan, Rabu (30/8/2023).

Bacaan Lainnya

Budi menegaskan tak ada yang  bisa disalahkan dalam menyikapi situasi ini. ‘’Krisis air bersih ini karena faktor alam,” katanya.
Kemarau diprediksi hingga Februari di tahun depan. Efeknya  berimbas pada kurangnya air baku hingga membuat debit air ke rumah warga berkurang.

”Semua berdampak. Saya sudah berkoordinasi sama Dirut PDAM. Kemungkinan kemarau panjang diperkirakan sampai Februari 2024,” sebut Budi.
Sementara anggota Komisi B DPRD Makassar lainnya, Ari Ashari Ilham menyebut suplai air bersih melalui mobil tangki PDAM kepada warga dianggap masih belum cukup.

‘’Ada banyak masyarakat yang merasakan dampak kekeringan. Suplai air bersih secara cuma-cuma dari PDAM memang tidak menyelesaikan masalah,” kata Ari.

Ari tak menampik ada beberapa kecamatan yang instalasi saluran pipa air bersihnya masih bermasalah. Bagi dia, ini menjadi catatan penting untuk PDAM Makassar. “Contohnya di Tamalanrea dan Biringkanayya. Belum sepenuhnya terdistribusi air bersihnya. Juga di daerah Utara yang salurannya belum seutuhnya. Sehingga kondisi ini ini menjadi PR bagi PDAM,” katanya.

Tidak hanya itu. Ia juga menyoroti laporan warga yang meminta bantuan air bersih namun telat ditangani. Ari mengatakan hal itu menjadi tanggungjawab penuh PDAM.

“Seharusnya memang itu bisa dilayani. Minimal 1×24 jam. Itu menjadi tanggungjawab PDAM yang harus dipenuhi,” tuturnya.

Bagi Ari, respons PDAM terhadap permintaan warga perlu dievaluasi lebih lanjut. Karena menurutnya, air bersih adalah kebutuhan primer bagi masyarakat.

“Karena ini kan air bersih kebutuhan utama kita sebagai manusia. Kalau sampai dua hari tidak dilayani, harus dievaluasi. Apa permasalahannya, seperti itu,” ungkap dia.

Terkait kompensasi kepada warga yang terdampak gangguan suplai air bersih, bagi Ari perlu banyak pertimbangan.

Kabag Humas PDAM Makassar Idris Tahir berharap warga bisa mengerti akan kondisi ini. “Kondisi air baku memang sedang menurun. Bukan cuma di Sulsel saja, tapi kawasan lain mengalami hal serupa,” ucapnya.

Idris menjelaskan saat ini PDAM Makassar menyediakan 15 mobil tangki untuk menyuplai air ke rumah-rumah pelanggan yang paling membutuhkan. “Sekarang kita mengantarkan pakai mobil tangki. Ada 15 mobil yang setiap saat mengantar ke rumah pelanggan di kawasan yang memang sangat membutuhkan air,” jelas Idris.(*)

Berdasarkan laporan PDAM Makassar, ini 9 kecamatan yang terdampak : 

1. Kecamatan Ujung Pandang;
2. Kecamatan Panakkukang;
3. Kecamatan Makassar;
4. Kecamatan Tallo;
5. Kecamatan Ujung Tanah;
6. Kecamatan Bontoala;
7. Kecamatan Wajo;
8. Kecamatan Tamalanrea;
9. Kecamatan Wajo.

Pos terkait