INFOSULSEL.COM, MAKASSAR | Patrick Kluivert telah resmi diperkenalkan ke publik sebagai pelatih Timnas Indonesia Minggu (12/1/2025) lalu. Ahli taktik asal Belanda itu diikat kontrak selama dua tahun, dengan opsi perpanjangan kontrak dua tahun.
Untuk membantu Petrick, dia membawa dua asistennya, Alex Pastoor dan Denny Landzaat. Selain itu, akan ada dua slot pelatih lokal juga yang akan menjadi asistennya.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan untuk proses perekrutan, melalui interview. Ada 10 nama yang yang akan disodorkan. Lengkap dengan data basenya.
“Nanti seleksi akan dilakukan oleh tim kepelatihan Coach Patrick. PSSI hanya menyodorkan 10 nama. Nanti dipilih dua orang oleh Coach Patrick,” jelas Erick kepada wartawan belum lama ini.
Di antara 10 nama tersebut, ada nama Zulkifli Syukur. Eks bek kanan Timnas Indonesia itu masuk dalam nominasi.
Zul, begitu ia kerap disapa punya sepak terjang cukup mentereng di sepakbola Indonesia. Pemain berdarah Bugis Makassar kelahiran 3 Mei 1984 ini selalu menjadi pilar utama sejumlah klub besar yang dibelanya. Di antaranya Arema Indonesia, Persib Bandung, Mitra Kukar, PSM Makassar, Sri Wijaya FC dan Borneo FC.
Zul, kini tidak lagi menjadi pesepakbola. Ia telah gantung sepatu. Ia memilih menjadi pelatih. Sejak akhir Juli 2024, sosok yang akrab dengan nomor punggung 3 itu menukangi Persela Lamongan. Berkat tangan dinginnya Zul mampu membawa tim berjulukan Joko Tingkir itu lolos di babak 8 besar Grup 3 Liga 2.
Saat dikonfirmasi namanya masuk dalam 10 nominasi calon asisten pelatih Petrick Kluivert, Zulkifli mengaku sangat terkejut. ‘’Saya baru dengar dari teman-teman media,’’ jawab Zul singkat saat dihubungi infosulsel.com, 14 Januari 2025.
Zul mengaku jika diberi amanah eks pemain belakang Timnas U-23 ini siap membantu Kluivert.
Bagi Zul, pemain Timnas Indonesia utamanya pemain diaspora yang ada saat ini sudah cukup bagus. Begitu juga dengan pemain lokal. Karena itu jika diberi kesempatan hal yang pertama yang harus dia sampaikan kepada Patrick Kluivert, terkait kultur sepakbola Indonesia. “Itu yang terpenting dulu. Seorang pelatih harus tahu kultur sepakbola tim yang akan dilatih,” katanya.
Menurut Zul, menukangi Timnas saat ini tidaklah ringan. Sebab ada target besar yang harus dicapai, yakni lolos Piala Dunia 2026. ‘’Itu tidak ringan. Apalagi ada dua pertandingan yang menghadang di depan mata, melawan Australia dan Bahrain,” kataya.
Bagi Zul ini bukan lagi soal proses yang harus dilakukan tapi mengejar target. ‘’Tim pelatih harus bekerja ekstra. Mengejar target tersebut di tengah tantangan yang tidak ringan,” katanya.(riel)





