Ingin Bawa Olahraga Masyarakat Lebih Bermasyarakat, ARA Siap Nakhodai KORMI Sulsel

Selain itu ARA dan ponaanya, Harpen Reza Ali juga mengantarkan atlet tinju Sulsel lolos membawa nama Indonesia pada di kejuaraan tinju dunia “IBA Men’s Boxing World Championship” di Kota Tashkent, Uzbekistan, 28 April-15 Mei 2023 lalu.

‘Ini kita biaya sendiri lo bawa atlet sampai ikut kejuaraan dunia. Padahal ini membawa nama Indonesia. Karena tidak ada anggaran dari Pemprov Sulsel dan Kementrian, kita harus siap berkorban,” ujar ARA.

Bacaan Lainnya

ARA tak mau merinci berapa dana yang harus dia keluarkan untuk membiayai atlet, pelatih dan official mengikuti event-event internasional yang durasi waktunya sampai 2 hingga 3 minggu di Eropa. ‘’Hitung maki kira-kira berapa,” katanya sembari tersenyum.

Jauh sebelumnya ARA juga pernah mengelola PSM Makassar selama tiga musim kompetisi. Yakni musim 2001 – 2003. Saat itu dia  dipercaya sebagai Bandahara oleh kakaknya, A. Reza Ali.

ARA dan kakaknya masuk dalam daftar tokoh yang memiliki kontribusi besar buat PSM. Prestasi terbaik saat keluarga Adi Rasyid Ali mengelola PSM adalah menembus semifinal LI 2001/2002.

Meski tidak membawa tim juara, ARA dan dua kakaknya Reza Ali dan Diza Ali dikenang karena PSM saat itu mengandalkan mayoritas pemain asli Makassar. PSM pun melahirkan pemain belasan tahun seperti Syamsul Chaeruddin, Hamka Hamzah dan Samsidar. Ketiganya jadi pilar timnas U-20 saat menjuarai Piala Sultan Hassanal Bolkiah di Brunei Darussalam 2002.

Saat ini ARA juga masih menjabat sebagai Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Indonesian off Road (IOF) Sulsel. Ia bahkan sudah dua periode menjabat sebagai nakhoda di organisasi para pecinta otomotif 4×4 itu.

Di bawah kepemimpinan Adi Rasyid Ali berbagai kegiatan event otomotif dilaksanakan.(FOTO: SRI SYAHRIL)

Pos terkait