Hasil Jukir Liar Bisa Sewa Ruko di Panakkukang
Hal ini membuat geram Walikota Makassar, Munafri Arifuddin. “Parkir liar benar-benar meresahkan,” cetus Appi, sapaan mantan CEO PSM Makassar ini.
Menurut Appi, jukir liar tidak sekadar meresahkan. Tapi membuka celah pungli yang merugikan masyarakat. Demi meminimalisir kebocoran akibat ulah jukir liar Appi menekankan perlu solusi berbasis riset dan teknologi.
‘’Jumlah jukir liar di Makassar lebih banyak dari pada jukir legal. Ini tidak bisa dibiarkan. Parkir liar tiak bisa jadi budaya. Sebab, ini bukan sekadar soal estetika kota, tapi juga menyangkut kepercayaan public. Juga integritas pelayanan pemerintah,” katanya.
Hal itu juga diakui Direktur Utama PD Parkir Makassar raya, Adi Rasyid Ali. Menurut dia parkir liar isu yang kompleks. Tidak bisa diselesaikan dengan satu langkah tunggal.
‘’Sebagai solusi, dibutuhkan pendekatan bertahap (“step by step”) untuk menata parkir liar tersebut. ARA memulai dari wilayah sekitar Balaikota. Lalu di area lainnya. Hal ini menunjukkan adanya prioritas dan strategi yang telah direncanakan.
Secara umum, pernyataan ARA menunjukkan kesadaran akan tantangan dalam penataan parkir liar dan sebuah rencana strategis untuk mengatasinya di Makassar.
Salah satu terobosan baru yang dilakukan yakni sistem pembayaran parkir berbasis digital melalui QRIS. Hal itu akan dimulai pada 1 September 2025. Jalan WR Supratman (dekat Kantor Pos) bakal jadi proyek percontohan.(riel)




