INFOSULSEL.COM, MAKASSAR | Ratusan titik di kota Makassar jadi ladang empuk para juru parkir (jukir) liar meraup pundi-pundi. Ratusan ribu sampai jutaan mereka kantongi setiap hari. PD parkir Makassar Raya, tak berkutik. Salah satunya di Kawasan CPI.
Jukir liar bahkan tumbuh subur bak jamur di musim hujan saat ada event. Mereka seenaknya menggunakan jalan poros. Hingga ke bahu jalan. Seenaknya memarkir kendaraan. Hingga memicu kemacetan. Memasang tarif pun suka-suka mereka. Melebihi tarif resmi.
Dalam hal pelayanan, mereka juga seenak perutnya. Tak ada tata krama. Tak jarang mereka melakukan tindakan anarkis. Seperti yang terjadi belum lama ini. Petugas Dinas Perhubungan dipukul oleh jukir liar. Di pukul di depan apparat kepolisian di depan Mall Pipo.
Jukir liar di Makassar sebuah fenomena. Sudah bertahun-tahun beroperasi. Mulai dari ujung Timur hingga ke Barat. Dari Selatan ke Utara. Ada raja diraja, di sana. Preman berkedok jukir. Susah diberantas. Padahal ulah mereka meresahkan warga.
Selain di sekitar CPI, yang tidak kalah ramainya ada di depan Mall Panakukkang (MP), Jl. Boulevar. Juga di Jl. Pengayoman. Ruas jalan jadi lahan empuk parkir. Pendapatan mereka ratusan juta tiap bulan. Mereka bisa menyewa ruko. Hasil dari pendapatan parkir liar.






