Bayar Parkir di Makassar Mulai Pakai QRIS

Walikota Makassar, Munafri Arifuddin mencoba pembayaran parkir menggunakan QRIS.(DOK)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR | Pemerintah Kota Makassar resmi memulai uji coba sistem parkir digital di 16 titik strategis. Program ini menjadi langkah awal dalam mereformasi tata kelola perparkiran menuju layanan publik yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.

Lauching Digitalisasi pembayaran parkir ditandai dengan penekanan tombol sirine, pemasangan rompi resmi dan kalung QRIS Card kepada perwakilan Juru Parkir (Jukir).

Bacaan Lainnya

Digitalisasi ini menjadi momentum penting dalam pembenahan tata kelola perparkiran dan layanan publik di Kota Makassar.  Ada 27 jukir akan ditugasi di 16 titik uji coba. Lokasi percontohan awal di dua ruas jalan utama, Jalan Somba Opu dan Jalan WR Supratman.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, mengatakan digitalisasi parkir merupakan inovasi yang menjawab persoalan klasik praktik perparkiran konvensional oleh jukir liar.

“Selama ini sistem perparkiran kita masih konvensional. Manual, cash on hand. Akibatnya, kontrol sulit dilakukan. Dengan digitalisasi, semua tercatat secara otomatis. Transparan dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Munafri.

Dengan sistem baru, keberadaan jukir lebih teratur dan terkontrol. ‘’Hasil parkir yang mereka peroleh lebih pasti. Karena akan otomatis terdistribusi secara proporsional ke pemerintah dan jukir,” katanya.

Ia juga menyoroti praktik jukir yang kerap memicu kecurigaan warga. Dengan sistem baru ini, jukir akan lebih teratur dan terkontrol.

“Sering kita alami, baru berhenti dua menit sudah atau cuma singgah di ATM sudah ditarik biaya parkir. Kadang jukir muncul seperti hantu, tidak ada saat kita masuk, baru ada saat kita keluar,” pungkasnya.

Digitalisasi parkir kata walikota yang akrab disapa Appi ini tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga memberi kontribusi PAD. ‘’Kebocoran pendapatan yang selama ini terjadi bisa diminimalisir,’’ ujarnya.

Ia berharap, digitalisasi terus diperluas agar pelayanan publik semakin maksimal, sederhana, dan transparan. “Kalau sistem ini berhasil, tentu akan terus kita kembangkan,” ujarnya.(*/riel)

Pos terkait