Belanda di Atas Angin, Tunisia Pasrah

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR |Nasib Belanda dan Tunisia sudah mengarah pada dua jalan berbeda menjelang laga terakhir grup F Piala Dunia 2026 di Kansas City Stadium, Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026) pukul 07.00 WITA. Belanda hanya membutuhkan kemenangan untuk mengunci posisi puncak klasemen dan mempertegas status sebagai salah satu kandidat kuat juara.

Tunisia datang dengan beban berat setelah dua kekalahan telak yang mengakhiri harapan mereka melaju ke fase gugur. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi Oranye untuk menuntaskan dominasi di grup. Sementara Tunisia berupaya menyelamatkan martabat sebelum meninggalkan turnamen.

Bacaan Lainnya

Belanda memasuki pertandingan penutup fase grup dengan modal yang sangat meyakinkan. Setelah bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada laga pembuka, tim asuhan Ronald Koeman langsung memberikan respons sempurna saat menghadapi Swedia. Oranye tampil dominan dan membungkam wakil Skandinavia itu dengan skor telak 5-1.

Brian Brobbey menjadi bintang kemenangan berkat dua gol yang dicetaknya. Cody Gakpo turut menyumbang dua gol. Sementara Crysencio Summerville melengkapi pesta gol setelah masuk sebagai pemain pengganti. Kemenangan tersebut tidak hanya mendongkrak kepercayaan diri tim, tetapi juga mengantarkan Belanda ke puncak klasemen grup F dengan empat poin, unggul selisih gol atas Jepang.

Situasi tersebut membuat Belanda berada di posisi yang sangat menguntungkan. Kemenangan atas Tunisia akan memastikan langkah mereka ke babak 32 besar sekaligus membuka peluang besar untuk finis sebagai juara grup.

Koeman diperkirakan kembali menurunkan komposisi terbaiknya. Quinten Timber berpeluang kembali tampil setelah absen akibat gegar otak pada laga sebelumnya. Brobbey diprediksi tetap menjadi ujung tombak apabila kondisinya dinyatakan fit. Didukung oleh Gakpo dan Donyell Malen di lini serang.

Pada lini tengah, Frenkie de Jong tetap menjadi motor permainan yang mengatur tempo dan distribusi bola. Ia kemungkinan akan didampingi Tijjani Reijnders serta Ryan Gravenberch yang memberikan keseimbangan antara kreativitas dan agresivitas.

 

Cody Gakpo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan