Belanda di Atas Angin, Tunisia Pasrah

Tunisia Terpuruk dan Kehilangan Arah

Berbanding terbalik dengan lawannya.  Perjalanan Tunisia di Piala Dunia 2026 berlangsung sangat mengecewakan. Kekalahan 1-5 dari Swedia pada pertandingan pertama membuat federasi sepak bola Tunisia mengambil langkah drastis dengan mengganti pelatih Sabri Lamouchi dan menunjuk Hervé Renard.

Namun pergantian pelatih belum mampu mengubah keadaan. Pada laga kedua, Tunisia kembali tampil buruk dan takluk 0-4 dari Jepang. Yang lebih mengkhawatirkan, mereka gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan.

Bacaan Lainnya

Hasil tersebut memastikan Tunisia tersingkir dari turnamen. Mereka juga masuk dalam daftar tim yang mencatat dua kekalahan dengan selisih empat gol atau lebih dalam satu edisi Piala Dunia, sebuah catatan yang menunjukkan betapa beratnya perjuangan mereka di grup F.

Secara historis, Tunisia juga kesulitan ketika berhadapan dengan tim Eropa di Piala Dunia. Dari 13 pertandingan melawan wakil Benua Biru, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan, empat hasil imbang, dan delapan kekalahan. Dalam total 20 pertandingan Piala Dunia sepanjang sejarah, Tunisia hanya mengoleksi tiga kemenangan.

Oranye Terlalu Kuat

Melihat performa kedua tim sepanjang fase grup, sulit menemukan alasan yang membuat Tunisia mampu memberikan ancaman serius kepada Belanda. Oranye memiliki kualitas individu yang lebih baik di hampir seluruh lini, ditambah kepercayaan diri tinggi setelah kemenangan besar atas Swedia.

Lini serang Belanda sedang berada dalam performa terbaik. Brobbey dan Gakpo menunjukkan ketajaman yang konsisten, sementara kreativitas Frenkie de Jong membuat aliran serangan Oranye berjalan sangat efektif.

Pada sisi lain, Tunisia masih kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Dua kekalahan telak secara beruntun juga diperkirakan memengaruhi kondisi mental para pemain menjelang pertandingan terakhir.

Meski tidak lagi memiliki target lolos, Tunisia kemungkinan akan bermain lebih lepas karena tidak dibebani tekanan klasemen. Namun pendekatan tersebut justru berpotensi membuka lebih banyak ruang bagi para penyerang Belanda untuk mengeksploitasi pertahanan lawan.

Dengan mempertimbangkan kualitas skuad, tren performa, serta motivasi untuk mengunci posisi puncak grup F, Belanda diprediksi mampu meraih kemenangan relatif nyaman dengan skor 3-0.

Hasil tersebut akan membawa Belanda melangkah ke babak 32 besar sebagai juara grup, sementara Tunisia diperkirakan mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 tanpa satu pun poin dan dengan banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi untuk menghadapi kompetisi berikutnya.(*/riel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan