Apresiasi Karya Anak Makassar, Pengurus Partai Perindo Boyong Kader Nobar Film Silariang

  • Whatsapp

INFOSULSEL.COM, Makassar–  Ketua DPD PERINDO Kota Makassar,H.Ruslan Mahmud,SH mengapresiasi film karya anak muda Makassar yang mengangkat nilai lokal budaya Bugis-Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sebagai wujud apresiasi dan dukungan tersebut,Ruslan Mahmud memboyong seluruh pengurus dan kader DPD dan DPC Perindo se Kota Makassar untuk menonton bareng ( Nobar ) Film Silariang (Menggapai Keabadian Cinta), Senin (20/3/2017) di Cinema XXI Mal Panakukang.

Bacaan Lainnya

“Ini salah satu bentuk apresiasi Partai PERINDO Makassar dalam memberikan penghargaan atas karya film sineas Makassar,selain itu nobar ini juga dilakukan sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi sesama pengurus dan kader dari partai besutan Hary Tanoesoedibdjo “,ujar RM akronim Ruslan Mahmud.

Selain itu,Pengusaha Ekspedisi danTransportasi ini berharap agar industri perfilman Sulsel semakin meningkat. Banyak cerita lokal, budaya dan sejarah asal Sulsel yang layak dijadikan cerita dalam sebuah film.

“Film Silariang ini sangat bagus, karena menceritakan tentang siri’ (harga diri) kita sebagai orang Sulsel dan kami bangga karena para sineas muda Makassar sedang berkembang dengan baik. Tidak heran dalam kurun beberapa bulan ini bermunculan film-film yang mengangkat kearifan lokal Makassar,” kata Mantan bendahara partai PBB sulsel ini.

Lebih lanjut, Ruslan Mahmud mengatakan bahwa film ini ingin menggambarkan, bahwa orang Bugis Makassar itu meletakkan harga diri di atas segala galanya yang bahkan terkadang harus mengorbankan keluarga dan kebahagiaannya demi “Siri’” tetapi disisi lain mampu melakukan apa saja demi prinsip “Pacce” ini dan setiap perkataan dari orang Bugis Makassar adalah sebuah komitmen dan Janji yang harus ditepati, apapun yg terjadi.

Sementara itu,film Silariang ini juga dinilai sangat menarik dan luar biasa lantaran isi cerita,pekerja dan pemerannya telah digarap oleh orang-orang lokal, mulai dari produser, artis hingga sutradaranya pun tak luput membawa kan pesan pesan moral dan etika sosial budaya sulsel yang telah disampaikan di dalam film tersebut.

Olehnya itu,dengan hadirnya film Silariang ini maka dapat menjadi pelajaran penting dengan memetik pesan moril akan arti pentingnya sebuah harga diri dan kehormatan.Selain itu,orang Bugis Makassar itu harus terus termotivasi untuk selalu berprestasi dan bersama-sama dalam menjaga persatuan dan peradaban di kota Makassar. Pasalnya,”dengan persatuan yang dibangun maka indonesia khususnya makassar akan menjadi kuat dan terhormat utamanya dalam mewujudkan kesejahteraan yang sesungguhnya”,ungkap Ruslan Mahmud yg juga sebagai pemerhati dan pecinta benda pusaka sulsel ini.

Diketahui,Film Silariang ini telah mengangkat fenomena kebiasaan atau gaya hidup masyarakat suku Bugis Makassar yang selalu meletakkan budaya Siri’ na Pacce’ di atas segala-galanya dalam kehidupan sehari hari.

Sementara judul Silariang yang diambil dari Bahasa Makassar yang artinya kawin lari ini, mencoba memindahkan teori dan penerapan prinsip Siri’ Na Pacce ke dalam bahasa gambar kepada masyarakat umum agar lebih mudah memahami konsep dan budaya ‘siri’ di tengah tengah kehidupan masyarakat Bugis – Makassar. Adapun Makna Siri di sini telah berhubungan dengan harga diri atau harkat dan martabat pribadi dan keluarga.

Film Silariang ini disutradarai oleh Syahrir Arsyad Dhini (Rere Art2tonic) dengan bintang utama Jeihan Kler (Ali) dan Dinda Surbakti(Cia).Sebelum membuat film Silariang, Rere telah sukses dengan fil layar lebar lainnya, seperti Bombe’, Sumiati dan Dumba-Dumba.

Pos terkait