INFOSULSEL.com, MAKASSAR— Penerimaan peserta didik baru (PPDB) melalui jalur domisili diprotes, kali ini terjadi pada SMA 21 Makassar.
Tidak terima dengan dugaan adanya permainan kongkalikong oleh pihak sekolah, membuat ratusan orang tua calon siswa mendatangi Gedung DPRD Sulsel, Rabu (19/7) untuk menyampaikan kekecewaannya atas penerimaan peserta didik baru (PPDB).
Kordinator orangtua siswa, Syaharuddin menegaskan, kalau aksi ini dilakukan setelah aduan mereka yang yang ditujukan pada Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel tidak kunjung mendapat kejelasan. Menurutnya, warga BTP Makassar yang seharusnya mendapatkan 90 persen kuota penerimaan siswa, tetapi yang faktanya hanya 30 persen.
“Menerima 90 persen warga BTP, tapi hanya 30 pesen faktanya. Itupun ada tes untuk menyaring peserta. Lalu ada penambahan nilai dari jarak. Itu yang kami curigai, orang dalam akan diberikan nilai yang lebih besar. Kenapa jalur domisili yang dikurangi,” kata Syaharuddin.
Lebih lanjut Saharuddin mengatakan, sekitar kurang lebih 140 orang yang sudah melakukan verifikasi berdomisili BTP, tapi yang sempat hadir sekarang sekitar 100 orang jalur domisili.
“Jumlah kami yang sudah melakukan verifikasi 140 orang, tapi yang sempat hadir sekitar 100 orang, ada salah satu dari kami, ada yang jaraknya 7 meter dari SMA 21 tidak diterima,” katanya.
Sementara itu Anggota komisi E DPRD provinsi Sulawesi Selatan Saharuddin Alrif mengatakan akan mencari solusi secepatnya. Ia mengatakan akan mencari data penerimaan lewat jalur domisili.
“Saya akan mencarikan solusi, saya akan segera memanggil panitia penerimaan siswa baru Sulsel. Saya akan meminta membuka data, melalui 4 jalur tersebut apakah kuotanya sudah terpenuhi atau tidak.” katanya
Penulis : Sabri
Editor : Anwar





