Cara Kapolres Wajo AKBP Novi Nurohmad Layani Warga Miskin

Kapolres Wajo AKBP Novi Nurohmad saat menyambangi SDN 265 Assorajang, Kab. Wajo.(INT)

INFOSULSEL.COM, WAJO –  Hari masih pagi. Seperti biasa warga di Kabupaten Wajo melaksanakan aktifitasnya sehari-hari. Termasuk ratusan siswa SD SDN 265 Assorajang, Kabupaten Wajo. Di tempat lain Kepala Polisi Resort (Kapolres) Wajo AKBP Novi  T Nurohmad juga melakukan aktifitas keseharian.

AKBP Novi saat menyambangi rumah Nurul Ariqa Yusria Rahma, bocah penderita hidrosefalus.(INT)

Tapi  Sabtu (12/8/2017) pagi itu perwira asal Ngawi ini punya agenda lain. Didampingi belasan personil Polres Wajo, mantan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar ini bergerak ke SDN 265 Assorajang. Tujuannya melakukan ‘operasi’.  Tapi kali kali ini bukan Operasi Tangkap Tangan  (OTT) untuk menangkap pelaku kejahatan. Tapi operasi kelengkapan seragam  bagi warga miskin di sekolah.

Hasilnya, 10 siswa di SD tersebut ‘terjaring’. Ke-10 siswa ini terlihat menggunakan seragam yang sudah usang dan tak bersepatu ke sekolah. Saat dua siswa kelas III itu, Maldi (10) dan Haerul (9) didekati oleh ayah tiga putri ini,  bocah itu tiba-tiba menangis.

Dengan senyum ramah AKBP Novi mengelus kepala kedua bocah tersebut. ‘’Tidak perlu takut dengan polisi ya nak. Polisi itu sahabat rakyat,” ujar alumni Akpol 1997 ini.

Maldi dan Haerul pun terdiam sambil menganggukan kepalanya saat suami Riskhi Henti Maretha, ini menanyakan nama dan umur sang bocah. Begitupun saat ditanya kenapa tidak memakai sepatu ke sekolah.

“Saya pakai sendal karena mama tidak mampu belikan sepatu baru, apalagi bapak sudah meninggal,” jawab Maldi pelan dengan logat bugisnya yang kental.

Mendengar jawaban sang bocah AKBP Novi terdiam. Ada raut sedih yang tersembunyi di balik wajah ayah tiga putri ini. Mantan Kasat Reskrim Polres Sanggau, Polda Kalimantan Barat ini lalu memberikan bingkisan berupa perlengkapan sekolah bagi siswa tidak mampu di sekolah itu.

Tak disangka tangis haru bocah-bocah itu pun pecah saat menerima bingkisan  dari sang Kapolres. Maklum, ini kali pertama dalam hidup mereka merasakan jabat tangan, belaian kasih sayang dan pemberian yang tulus dari seorang perwira. Apalagi sang bocah juga sudah lama tak merasakan belaian kasih sayang dari seorang ayah. ‘’Bapak saya sudah lama meninggal,” katanya, lirih.

Sejak menjabat sebagai Kapolres Wajo pertengahan Mei 2016 AKBP Novi Nurohmad sering menyantuni  warga tidak mampu. Salah satunya saat membantu Nurul Ariqa Yusria Rahma, warga Desa Pakkanna, Kecamatan Tanasitolo, bocah penderita hidrosefalus.

Bungsu dari empat bersaudara ini tak sungkan mendatangi gubuk sang bocah itu didampingi sang istri, Rizkhi Henti Maretha. Nurohmad memfasilitasi Ariqa mendapatkan bantuan kesehatan dari pemerintah.

“Kalau pemerintah tidak bisa membantu, Insya Allah Polres siap,” ujarnya saat itu.

Bocah cilik ini sejak dalam kandungan ditinggal ayahnya. Bersama ibu, kakek dan neneknya, Ariqah hidup di tengah banjir yang melanda Wajo setiap tahun. Karena penyakit yang dideritanya, Ariqah hidup tak seperti anak seusianya. Ia hanya bisa terbaring di tempat tidur hampir sepanjang hidupnya.

Sikap pengayom, pelindung dan pelayan  serta santun yang ditunjukan Kapolres Wajo AKBP Novi Nurohmad memang patut ditiru oleh perwira lainnya di negeri ini. Inilah sikap dewasa seorang pemimpin masa depan, khususnya di tubuh Polri.

AKBP Novi sudah menunjukan bahwa polisi tidak hanya ada untuk menghukum dan meneggakan keadilan. Tetapi lebih dari itu mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat.

Penulis : Sri Syahril

 

Pos terkait